Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

IJTI Minta Polisi Ungkap Dugaan Teror Pembakaran Rumah Wartawan di Aceh Tenggara

IJTI Minta Polisi Ungkap Dugaan Teror Pembakaran Rumah Wartawan di Aceh Tenggara
Ketua IJTI Aceh, Munir Noer.

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Aceh meminta aparat kepolisian Polda Aceh dan Polres Aceh Tengara serius mengungkap kasus dugaan teror pembakaran rumah wartawan Serambi Indonesia Asnawi Luwi, yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK), Selasa, 30 Juli 2019 dinihari.

Pernyataai itu disampaikan Ketua IJTI Aceh, Munir Noer melalui rilis pers yang diterima media ini, Selasa (30/7) malam.

Baca :SMSI Minta Polisi Usut Terbakarnya Rumah Wartawan di Aceh Tenggara

"Kami pengurus dan anggota IJTI, menyampaikan pernyataan sikap agar polisi menindak tegas siapapun yang telah melakukan pembakaran rumah Asnawi yang telah mengancam nyawanya beserta keluarga," tulis Munir Noer.

Ia juga meminta meminta aparat menjamin dan melindungi para jurnalis yang tengah menjalankan tugas jurnalistik.

"Kepada semua pihak jika merasa dirugikan atas pemberitaan agar memproses melalui mekanisme yang berlaku, seperti menggunakan hak jawab, meminta koreksi, hingga mengadukan ke Dewan Pers," imbaunya.

IJTI Aceh mengecam keras aksi kriminalitas yang dilakukan pelaku, "Bagi kami tindakan ini adalah salah satu teror, sekaligus upaya untuk membungkam kebebasan pers."

Baca juga :Rumah Wartawan Serambi di Aceh Tenggara Diduga Dibakar OTK

Munir menghimbau agar seluruh jurnalis wajib menjaga independensinya dalam menjalankan tugas dan menjaga kedisiplin verifikasi dalam menjalankan tugas secara profesional dan sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

"Menghalang-halangi serta melakukan tindak kekerasan terhadap jurnalis yang tengah menjalankan tugasnya merupakan pelanggaran undang-undang. Pelaku bisa dikenakan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 18 UU Nomor 40/1999 tentang Pers," demikian Ketua IJTI Aceh, Munir Noer.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...