Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Ibu Muda yang Gantung Diri di Tamiang Diduga Karena Tertekan Dimarah Suami

Ibu Muda yang Gantung Diri di Tamiang Diduga Karena Tertekan Dimarah Suami

KUALA SIMPANG, ANTEROACEH.com - Polisi memastikan kematian IM seorang ibu muda di Dusun Suka Mulia Satu, Gampong Tenggulun, Kecamatan Tenggulun, Aceh Tamiang pada Kamis 25 Desember lalu murni akibat bunuh diri. 

Polisi menduga,  ibu dua anak itu nekat menghabisi nyawa sendiri karena tertekan setelah kambing orang yang dipeliharanya hilang dan setelah kejadian tersebut, korban sempat dimarahi suaminya Sg (40).

“Kasus ini murni bunuh diri, penyebabnya masih belum jelas.  Tapi dari informasi yang kami peroleh,  kemungkinan MI kalap setelah dimarahi suaminya karena kambingnya hilang,” jelas Kapolres Aceh Tamiang AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kabag Humas Ipda Syafrizal, Senin (28/12/2020).

Selain itu pihak keluarga menolak jasad korban diotopsi, karena menilai korban kematian korban murni bunuh diri.

Sebelumnya dikabarkan MI ditemuakn tewas gantung diri di kandang kambing miliknya, Kamis (24/12/2020) pagi.  Sehari sebelumnya, ia kehilangan kambing dan sempat mencari bersama suami.

Kapolsek Kejuruan muda Iptu Hendra Sukmana SH melalui Kasubbag Humas Ipda Syafrizal mengaku berdasarkan keterangan sejumlah saksi, termasuk saksi suami korban Sg (40) bahwa sehari sebelumnya korban bersama suaminya tersebut kehilangan seekor kambing milik orang lain yang dipelihara oleh mereka.

“Pada 23 Desember lalu, sekitar 18.00 Wib, suami dan korban mencari hewan ternak kambing miliknya yang tidak kunjung pulang ke kandang, pencarian dilakukan sampai tengah malam ke lokasi perkebunan sawit warga dan milik PT Sisirau,” ujar Syafrizal.

Kemudian tadi pagi , saat suami  menuju ke kamar mandi di belakang rumah tiba-tiba kaget dan syok karena melihat istrinya sudah tergantung di tiang kadang kambing miliknya. Iapun dan kmeminta pertolongan kepada tetangga dan  seorang bidan  untuk memastikan apakah MI masih hidup.

“Setelah dicek oleh bidan desa, kondisi MI sudah tak bernyawa, kemudian jasadnya dibawa ke Puskesmas terdekat,” ujarnya.

Komentar

Loading...