Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Hingga Kini Jembatan Rubek Meupayong Abdya Belum Dibangun

Hingga Kini Jembatan Rubek Meupayong Abdya Belum Dibangun

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com ÔÇô Masih ingat becak motor yang terjun bebas ke sungai saat melintas jembatan penghubung antara Gampong Cot Mancang dan Rubek Meupayong, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya pada petengahan Maret 2019 lalu ?.

Jembatan yang terbuat dari pohon kelapa itu hingga kini belum dilakukan perbaikan secara permanen oleh pemerintah setempat.

Baca :Jembatan Amruk, Becak dan Warga Abdya Terjun ke Sungai

Walaupun jembatan itu sudah membuat Faisal (50) warga Padang Hilir, Kecamatan Susoh terjatuh bersama becak motor miliknya ke dalam sungai di bawah jembatan.

Keuchik Gampong Rubek Meupayong, Tgk Jasidar mengatakan, anggaran pembangunan jembatan Gampong Rubek Meupayong sudah dianggarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) tahun 2019.

Baca juga :Anggota DPRK Abdya Tinjau Jembatan Rubek Meupayong yang Ambruk

"Dulu saya sudah jumpa sama Pak Tavip kadis PUPR, mereka janji akan membangun jembatan itu sebelum puasa atau setelah lebaran Idul Fitri, tapi sampai sekarang juga belum dibangun," ungkapnya saat dijumpai ANTEROACEH.com, Selasa (30/7/2019).

Dijelaskannya, dirinya berharap agar Pemkab segera membangun jembatan tersebut. Sebab masyarakat sangat membutuhkan jembatan yang menghubungkan dua gampong itu.

Apalagi saat ini, kata Keuchik banyak masyarakat yang beranggapan perangkat gampong tidak bertanggungjawab. Karena segitu banyak anggaran Dana Desa (DD) yang dikuncurkan oleh pemerintah pusat. Namun jembatan saja tidak mampu dibangun.

Padahal, tambahnya, pembangunan itu sebenarnya memang ranahnya dinas PUPR melalui APBK bukan dari DD. Meskipun melalui anggaran DD juga bisa dibangun. Namun yang lebih berhak membangun jembatan tersebut adalah Pemkab.

"Kami selaku perangkat gampong berharap jembatan ini dibangun secara permanen, karena masyarakat juga menduga anggaran DD banyak tapi jembatan saja tidak mampu dibangun," harapnya.

Jasidar menegaskan, jika dalam tahun ini jembatan itu belum dibangun, pihaknya akan membangun menggunakan DD walaupun nantinya harus berada posisi tebing rusak (masalah hukum).

"Kami malu, karena kami banyak menerima keluhan masyarakat, kemana pemerintah gampong, uang miliaran tapi jembatan tidak dibangun. Walaupun sebenarnya orang itu gak tahu aturannya, yang pastinya kami selaku aparatur desa kan malu juga," pungkasnya.

Secara terpisah, Kabid Bina Marga dan Penataan Ruang dinas PUPR Abdya, Muhibuddin, ST mengaku dalam tahun ini jembatan itu tetap akan dibangun. Sebab anggarannya memang sudah dianggarkan dalam APBK tahun 2019.

"Yang jelas anggaran pembangunan jembatan gampong Rubek Meupayong sudah kita anggarkan dalam APBK tahun 2019, dan Insyaallah dalam tahun ini jembatan itu tetap kita bangun," katanya singkat.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...