Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Hindari Kenakalan Pembajak Sawah, Pemkab  Abdya Pasang GPS di Mesin Traktor

Hindari Kenakalan Pembajak Sawah, Pemkab  Abdya Pasang GPS di Mesin Traktor
Foto: Keterangan foto : Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim, SH, saat memberi sambutan dalam rapat koordinasi dewan ketahanan pangan yang berlangsung di aula Balai Penyuluhan Pertanian (BPP)/Ilyas  

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com - Untuk menghindari kenakalan pembajak sawah, Pemerintah kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) akan memasang alat Clobal Positioning System (GPS) pada mesin pembajak sawah atau mesin hand traktor.

"Semua mesin traktor di Abdya sudah kita lengkapi GPS, ini bertujuan untuk menghindari kenakalan para pembajak, kadang nanti membajak satu hektar di lapor setengah hektar. Maka dari itu, kita pasang GPS agar semua harus jujur dalam bertani," ungkap Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, SH dalam rapat koordinasi dewan ketahanan pangan yang berlangsung di aula Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) bertempat Gampong, Alue manggota, Kecamatan Blangpidie, Rabu (2/10/2019).

Selain itu, Akmal juga mengingatkan kepada para petani dan pengusaha, jika ingin hasil bertani serta produksinya bagus dan tinggi, maka jangan asal-asalan dalam memilih benih.

Kemudian, Akmal juga meminta kepada dinas Pertanian supaya selalu update tentang bibit unggul nasional. Sebab katanya, saat ini banyak jenis padi yang keluaran baru.

"Ini kita lakukan jangan sampai tanaman padi itu-itu saja, sesekali harus coba mana yang terbaik untuk di berikan kepada petani," terangnya. 

Akmal juga menjelaskan, rakor ini jangan hanya sekedar seremonial saja, namun upayakan juga untuk hasil kearah yang nyata. Sebab, kata dia, sekecil apapun capaian akan berdampak kepada rakyat.

"Contohnya, tingkat ada bibit baru saja  langsung berpengaruh. Kalau untuk prestasi petani Abdya sudah bagus, namun kedepan  harus lebih baik lagi," pintanya. 

Dirinya juga menawarkan petani Smar famili, dimana petani harus cerdas, karena saat ini pemerintah sudah mulainya. Apalagi, kata Akmal, produksi saat ini sudah cukup, tapi itu harus di barengi oleh sarana produksi. 

"InsyaAllah sudah ada solusi dan saya berharap mesin pemotong padi yang sedang di kerjakan di Tangan- Tangan bisa menjawab ini semua dan jangan ada lagi mesin dari luar daerah masuk ke Abdya," pungkasnya.

Komentar

Loading...