Heboh, Puskesmas Babahrot Tolak Pasien Karena Belum Tercatat di KK, Ini Penjelasan Kadis Kesehatan

Heboh, Puskesmas Babahrot Tolak Pasien Karena Belum Tercatat di KK, Ini Penjelasan Kadis Kesehatan
Kadis Dinkes Abdya, Safliati saat berkunjung ke rumah pasien yang sempat dikabarkan ditolak oleh Puskesmas Babahrot. Foto : Istimewa

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com – Dua hari terakhir masyarakat di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dihebohkan dengan isu penolakan pasien anak-anak di Puskesmas Babahrot, Kecamatan Kuala Batee hanya karena anak tersebut belum tercatat dalam kartu keluarga (KK).

Padahal menurut pengakuan keluarga pasien saat dibawa ke Puskesmas kondisi anak dimaksud sedang mengalami demam tinggi.

Kabar itu menyebar dengan cepat sontak membuat masyarakat kecewa dengan sikap pelayanan yang dilakukan oleh petugas di Puskesmas itu  yang dianggap tidak memegang sumpahnya sebagai tenaga kesehatan.

Kekecewaan itu pertama menyeruak setelah Widi (30) paman pasien mengungkapkan prihal yang dialami keponakannya itu ke publik.

Menurut Widi, pelayanan Puskemas Babahrot lebih mengutamakan persyaratan administrasi dibandingkan melakukan pertolongan kepada pasien.

Mendapat kabar tak sedap itu, Kepala Dinas Kesehatan Abdya, Safliati S.ST, M.kes turun langsung ke Puskesmas Babahrot dan mengujungi keluarga pasien serta melihat langsung kondisi anak tersebut.

“Saya sudah minta maaf kepada keluarga pasien, dan keluarga pasien juga sudah memaafkan masalah pelayanan kami, dan Alhamdulillah kondisi anaknya sudah membaik,” tutur Safliati kepada ANTEROACEH.com, Jum’at (13/9/2019).

Ia menerangkan bahwa yang sebenarnya terjadi hanyalah merupakan kesalahapahaman antara keluarga pasien dan petugas Puskesmas.

Safliati menjelaskan, sebenarnya pihak Puskesmas tidak menolak pasien yang belum tedaftar di KK tersebut, tapi petugas Puskesmas hanya menayakan KK. Namun keluarga pasien saat itu menjawab kalau pasien tersebut belum masuk di dalam KK, jadi kalau belum masuk ke KK otomatis pasien belum mempunyai BPJS.

“Sebenarnya bukan ditolak, mungkin cara penyampaian petugas kami yang dipahami oleh pihak keluarga ditolak. Jadi kami juga akui kalau kesalahan di petugas kami itu cara berkomunikasi saja yang kurang baik,” jelasnya.

Safliati melanjutkan jika permasalahan akan menjadi pelajaran bagi pihak Dinkes Abdya dan juga bagi seluruh Puskesmas yang ada didalam Kabupaen Abdya agar kedepan bisa memberikan pelayanan yang lebih bai lagi kepada masyarakat.

“Yang penting pasiennya atau masyarakat dilayani dulu, mengenai yang lain-lain pasti ada solusinya, dan itu sudah saya sampaikan kepada Kepala Puskesmas Babahrot,” terang Safliati.

Untuk tindakan terhadap petugas Puskesmas Babahrot, kata Safliati, pihaknya mengaku sudah memanggil petugas yang hari itu bertugas dan juga sudah dilakukan pembinaan terhadap semua petugas di Puskesmas Babahrot.

“Kita juga sudah sampaikan bagaimana berkomunikasi yang baik dengan pasien, dan kita juga akan mengambil satu hari waktu duduk bersama dengan seluruh petugas Puskesmas yang di Abdya untuk melatih atau memberikan pembinaan kepada mereka bagaimana cara berkomunikasi dengan baik sama masyarakat," pungkasnya.

Komentar

Loading...