Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Heboh Pedagang Sate Gunakan Daging Busuk di Aceh Besar, Ini Penjelasan Penjual

Heboh Pedagang Sate Gunakan Daging Busuk di Aceh Besar, Ini Penjelasan Penjual

JANTHO, ANTEROACEH.com - Masyarakat digegerkan dengan pemberitaan adanya pedagang sate keliling di kawasan Aceh Besar yang diduga menggunakan bahan daging busuk (bangkai) sebagai bahan dasar satenya.

Namun informasi itu dibantah oleh pedagang yang sempat menyedor perhatian itu. Ia adalah Mahyuddin (30) yang tinggal di Gampong Cot Paya, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. Kediamannya telah didatangi oleh polisi Kamis (4/6/2020) kemarin sekitar pukul 11.00 WIB.

Kedatangan polisi itu untuk mengecek laporan warga sekitar yang mengeluhkan bau busuk yang berasal dari rumah pedagang sate tersebut.

Saat mendatangi rumah Mahyudin polisi mengaman barang bukti sampel dan pengolahan sate ke kantor polsek Baitussalam untuk dilakukan penyelidikan. Polisi juga tidak menahan Mahyuddin, ia hanya diberi pembinaan serta diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Setelah heboh informasi tersebut anteroaceh.com berhasil menghubungi Mahyuddin untuk mendapat keterangan langsung atas perihal tersebut.

Dalam keterangannya Mahyuddin membantah jika ia menggunakan daging busuk atau bangkai untuk bahan dasar satenya.

"Banyak orang yang fokus ke air limbah buangan yang di fiber itu yang dikira bangkai. Kalau mau silahkan datang, banyak saksi di tempat kalau mau diperiksa," ujarnya kepada anteroaceh.com, Jum’at (5/6) siang.

Bahkan ia mengaku kerap memakan sate buatannya itu bersama teman-temannya. Terkait air limbah yang dalam video dan foto yang tersebar itu banyak belatungnya. Ia menjelaskan bahwa itu wajar kotor, karena itu adalah minyak limbah yang tidak bisa langsung dibuang.

"Kami tinggal di sini baru satu bulan dan disini tidak ada saluran. Jadi sengaja kami tampung 3-4 hari sampai penuh baru kami buang. Makanya kenapa berhari-hari karena kami membuangnya jauh," terang Mahyuddin.

Ia tidak langsung membuang limbah produksinya di tempat karena khawatir akan mengendap, dan menimbulkan bau tidak sedap yang nantinya dapat mengganggu tetangga.

"Mungkin itu kelemahan kami dalam mengolah, dan Polsek juga benar akan memberikan pembinaan kepada kami. hanya disuruh menjadi lebih baik olahanya dan jangan tahan air seperti itu. Saya juga akan buat video klarifikasi penjelasannya dengan orang yang jual ayam," pungkasnya.

Komentar

Loading...