Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Hasil Uji Sampel Air yang Diduga Tercemar Amoniak PT PIM Belum Keluar, Ini Penjelaskan DLHK

Hasil Uji Sampel Air yang Diduga Tercemar Amoniak PT PIM Belum Keluar, Ini Penjelaskan DLHK

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Uji laboratorium terhadap sampel air laut yang diduga tercemar limbah amoniak PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) hingga saat ini belum keluar. Padahal pengambilan sampel telah dilakukan 13 hari lalu.

Kabid Amdal Dinas Lingkungan Hidup Aceh Utara, Taufik saat dihubungi Selasa (15/12/2020) membenarkan sampai saat ini Badan Riset dan Standarisasi Industri (Baristand) Aceh belum mengeluarkan hasil uji sampel.

“Belum keluar, tapi hari ini saya dapat kabar sudah  keluar biling. Biasanya hasil uji akan keluar tujuh hari setelah biling keluar. Mungkin pekan depan hasilnya sudah ada,” ungkap Taufik.

Ia menambahkan, apapun hasil uji sampel nantinya akan diserahkan ke pihak penegak hukum yakni ke penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe untuk ditindak lanjuti.

Sementara itu, beberapa waktu lalu, manager Humas PT PIM Nasrun menjelaskan, pencemaran yang terjadi di seputaran belum bisa dipastikan limbah dari perusahaan tersebut.

Soalnya, kawasan yang diduga tercemar adalah kawasan pelabuhan yang ada lalu lalang kapal dan aktivitas bongkar muat.

“Belum bisa dipastikan limbah dari PIM, karena itu kawasan pelabuhan banyak aktivitas kapal dan bongkar muat. Kami sudah menyerahkan hal ini ke DLHK Aceh Utara untuk dipastikan,” jelas Nasrun.

Namun, Nasrun juga menjelaskan,  pembuangan limbah ke laut bisa saja terjadi, bila kapasitas limbah dalam Instalasi Pengolahan air Limbah (IPAL) overflow (meluap). Kemudian bisa dikatakan terjadi pencemaran, jika limbah yang terbuang diatas kadar PH air laut yaitu 9.

“Limbah bisa dibuang ke laut bila PH nya dibawah 9, yaitu 6. Untuk pembuangan limbah kita sudah mengantongi izin dari pusat, memang setiap perusahaan wajib mengantongin izin tersebut dan diperbaharui setahun sekali,” jelasnya lagi.

Sebelumnya pada 1 Desember lalu, nelayan dan warga di kawasan pelabuhan Krueng Geukuh, Aceh Utara mengeluh ikan mati dan air laut keruh akibat pencemaran limbah pabrik PT PIM.

Menurut warga, limbah dibuang pada tengah malam sehingga air laut seperti tercampur bubuk putih dengan aroma seperti amoniak. Efeknya,  banyak ikan dan biota laut lainnya mati.

Warga mengakui, hal itu kerap terjadi sejak perusahaan pupuk tersebut beroperasi.

Komentar

Loading...