Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Hasil Penyelidikan Kebakaran Pasar Inpres Lhokseumawe Turun Pekan Depan

Hasil Penyelidikan Kebakaran Pasar Inpres Lhokseumawe Turun Pekan Depan

LHOKSEUMAWE,ANTEROACEH.com - Tim penyidik Pusat Laboratorium Forensik Poldasu sudah melakukan penyelidikan di lokasi sumber api kebakaran Pasar Inpres Lhokseumawe pada Selasa (21/7/2020). Sejumlah barang bukti ikut diboyong ke medan untuk diuji forensik.

“Dua hari lalu tim Puslabfor sudah olah TKP,  serpihan dan za-zat kimia yang ditemukan di lokasi sudah dibawa untuk uji laboratorium, InsyaAllah sepekan ke depan hasilnya sudah ada dan kita akan informasikan lebih lanjut,” ungkap Kapolres  Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, Jumat (24/7/2020).

Menurutnya, tim Polres Lhokseumawe juga masih intens melakukan penyelidikan sembari menunggu hasil lab turun.  “Kita akan usut perkara ini sampai tuntas, agar tidak imbul kecurigaan di masyarakat,” jelasnya lagi.

Sementara itu Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya, membantah ada upaya paksa untuk merelokasi pedagang korban kebakaran pasar Inpres ke Pasar Induk. Menurutnya Pemko hanya meminta dan menghimbau agar pedagang  bisa berjualan di lokasi lain sebelum pasar selesai di renovasi.

“Hanya meminta agar bisa berjualan di lokasi pasar induk, bila mereka tidak mau dan tetap berjualan di bekas lokasi kebakaran ya tidak masalah. Tidak ada paksaan. Ini hanya sebatas imbauan,” jelas Suaidi.

Terkait biaya perbaikan, Suaidi mengaku sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk perbaikan diupayakan secepat mungkin, namun kendalanya pandemi Covid masih terjadi, anggaran yang idealnya bisa diplot untuk renovasi tepaksa ditunda.

“Pasar ini memang akan direnovasi, namun karena pandemi ini, ya tertunda lagi. Saya hanya bisa berharap pedagang bersabar, untuk sementara gunakan saja lapak yang sudah ada walau baru musibah, yang penting bisa berjualan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, tiga blok pasar Inpres Lhokseumawe terbakar hebat pada 9 Juli dinihari lalu. Ratusan pedagang kehilangan lapak berjualan. Tak hanya itu kerugian ditaksir miliran rupiah, karena banyak barang dagangan tidak bisa diselamatkan.

Sepekan usai insiden, para pedagang kembali menempati lapak walau tanpa atap. Mereka membuat sendiri atap sementara dari terpal dan seng bekas. Sebelumnya , Pemko sempat mewacanakan akan pindahkan pedagang ke pasar Induk di Ujong Blang, namuh kebijakan itu ditolak para pedagang dengan alasan  lokasi baru itu tidak tepat untuk berdagang.

Komentar

Loading...