Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Hasil Panen Padi Abdya Lampaui Rata-rata Nasional

Hasil Panen Padi Abdya Lampaui Rata-rata Nasional

BLANGPDIE, ANTEROACEH.com -  Hasil panen padi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mencapai 7,5 ton per hektarnya. Hasil ini melebihi target nasional yang rata-rata hanya 5,3 ton per hektar.

Kepala Dinas Pertanian Abdya, Nasuruddin mengatakan saat ini tengah panen ubinan dan hasilnya rata-rata mencapai 7,5 ton dalam satu hektar.

"Ia benar, kalau target nasional dalam satu hektar hanya 5,3 ton, akan tetapi petani kita berhasil memproduksi padi paling rendah 7,5 ton per hektar, intinya ini kan sudah melebihi target nasional," ungkapnya saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, Rabu (8/7/2020).

Lebih lanjut ia menjelaskan, berdasarkan sampel ubinan yang telah diambil oleh petugas pertanian di lahan sawah milik kelompok tani Jumpa Putra di Gampong Padang Bak Jumpa, Kecamatan Tangan-Tangan mencapai 8 ton per hektar.

“Alhamdulillah, tadi sudah dilaporkan dan sudah dilakukan ubinan rata-rata produksi. Untuk lahan sawah milik kelompok tani Suka Karya Desa Baharu, Kecamatan Blangpidie, 8,7 ton per hektar, tadi pada kelompok tani Ingin Sejahtera Desa Geulupang Payong 7,5 ton per hektar,” kata Nazaruddin.

Nazaruddin menjelaskan, tanaman padi yang kini tengah memasuki musim panen luasnya sekitar 10 ribu hektar terletak di Kecamatan Babahrot, Kuala Batee, Jeumpa, Susoh, Blangpidie, Setia, Tangan-Tangan, Manggeng dan Lembah Sabil.

Dari hasil panen yang melebihi target nasional, katanya, kabupaten Abdya beberapa tahun terakhir menjadi penyandang pangan nasional karena surplus terus.

“Alhamdulillah setiap tahun Abdya selalu surplus, makanya setiap musim panen tiba rame-rame pedagang luar daerah datang menampung gabah petani kita untuk diangkut ke luar daerah, termasuk juga panen padi sekarang,” katanya.

Kemudian, sambung Nazaruddin, untuk luas areal tanaman padi yang telah dipanen petani sekitar 2.000 hektar dari total jumlah lahan sawah 10 ribu hektar di sembilan Kecamatan.

"Kami perkirakan Agustus ini puncak panennya, dan proses memanen padi sekarang cepat dengan mengunakan alat mesin pertanian modern. Jadi,  ada 26 combine hervester milik pemerintah diturunkan membantu petani,” pungkasnya.

Komentar

Loading...