Hasil Audit Proyek Batu Gajah Cunda-Meuraksa Sudah di Jaksa, M Fadli; Segera Tetapkan Tersangka!

Hasil Audit Proyek Batu Gajah Cunda-Meuraksa Sudah di Jaksa, M Fadli; Segera Tetapkan Tersangka!
M  Fadli Demisioner Ketua HMI Komisariat Hukum Universitas Malikussaleh (Foto: ist)

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Jaksa  didesak segera menetapkan tersangka dugaan Korupsi Proyek Batu Gajah Cunda-Meuraksa tahun 2020, karena  Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh telah menyerahkan hasil  audit investigasi dengan kerugian negara 4,3 miliar ke Kejaksaan Negeri Lhokseumawe pada Rabu (19/5/2021).

“Kejaksaan Negeri Lhokseumawe harus segera menindaklanjuti  hasil audit dari BPKP Aceh agar bisa langsung dilakukan penyidikan dan penetapan tersangka setelah terpenuhinya 2 alat bukti yang sah sesuai dengan Pasal 184 Ayat (1) KUHAP ,”  ungkap M  Fadli Demisioner Ketua HMI Komisariat Hukum Universitas Malikussaleh.

Ia bersama rekan-rekan  mengaku telah mengawal kasus tersebut sejak pertama mencuat dan langkah advokasi tersebut membuahkan hasil dengan penyerahan hasil audit dengan bukti kerugian negara yang cukup besar.

“Alhamdulillah langkah-langkah advokasi sejak ini kini  membuahkan hasil, terimakasih BPKP sudah bekerja  optimal dan profesional dalam mengaudit, sekarang tumpuan ada di Kejaksaan. kita percaya jaksa Lhokseumawe akan bekerja profesional dalam mengungkapkan kasus ini,” jelasnya.

Pihaknya  berharap penyidik jaksa juga  periksa  anggota DPRK Lhokseumawe yang sebelumnya mengatakan tidak ada dugaan korupsi dalam kasus proyek pengaman pantai tersebut. Narasi tersebut mengindikasikan dugaan konspirasi yang sedang ditutupi. Kemudian pernyataan  dewan itu juga terkesan menghalang-halangi pengungkapan tindak pidana  korupsi.

“Istilahnya  Obstruction of justice, seperti  yang di atur dalam Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, semoga saja itu proyek itu  bukan titipan Pokir dewan,” katanya M Fadli.

Ia dan rekan-rekan anti korupsi lainnya akan  terus mengawal kasus hingga tuntas . ia berharap hal sama dilakukan seluruh masyarakat Kota Lhokseumawe.Harapan ke depan hak-hak masyarakat menikmati pembangunan tidak lagi digerogoti koruptor.

Sementara itu, Kepala BPKP Perwakilan Aceh Indra Khaira Jaya menegaskan telah menyerahkan hasil audit investigasi  Proyek Batu Gajah Cunda – Meuraksa ke Kejaksaan Negeri Lhokseumawe. 

“Sudah selesai diaudit dan telah ditemukan kerugian negara dari hasil audit tersebut, substansi laporan juga sudah dibahas dengan penyidik dan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Lhokseumawe,” kata Indra.

Proses audit  selesai butuh waktu sedikit lama karena ini merupakan audit investigasi. Sesuai  Standar Operasional Prosedur (SOP) surat pengantar laporan harus dari Deputi Investigasi pusat, agar kejari Lhokseumawe bisa langsung melakukan langkah hukum selanjutnya, dari penyidikan hingga penetapan tersangka.

Komentar

Loading...