Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Hasan Tiro Dalam Spirit Perjuangan

Hasan Tiro Dalam Spirit Perjuangan
Hasan Di Tiro. Foto: Ist

Oleh : Rafliannur 

SEPULUH tahun yang lalu, Tgk. Hasan Di Tiro wafat. Tepatnya 3 Juni 2010. Aceh berkabung. Seorang tokoh pergi untuk selama-lamanya. Saya termasuk salah satu yang merasa kehilangan.

Bukan apa-apa, Hasan Tiro telah meletakkan spirit pejuangan bagi bangsa Aceh. Dia menghabiskan sebagian besar umurnya untuk sebuah perjuangan yang belum sempat dinikmati sampai akhir hayatnya.

Hasan Tiro menjadi salah satu tokoh yang saya kagumi. Bagi saya, dia setara dengan Ernesto Che Guevara, Fidel Castro, dan Tan Malaka. Dalam barisan perjuangan GAM, saya mengidoalakan Hasan Tiro beserta Adun Mukhlis, mantan Bupati Aceh Besar.

Secara pribadi, saya tidak begitu mengenal Hasan Tiro. Hanya sempat berkunjung ke RSUZA Banda Aceh, tiga hari sebelum beliau wafat. Itupun, karena diajak seorang teman.

Beberapa karyanya sudah saya baca. Yang selanjutnya, pemikiran-pemikiran Deklarator GAM itu banyak mempengaruhi cara pandang saya dalam melihat perjuangan Aceh.

Dalam sebuah karyanya, Hasan Tiro menulis, bagaimana menjadikan Aceh bahagian dari percaturan global. Aceh di mata dunia.

Berbicara tentang Hasan Tiro, tentunya tidak lepas dari sejarah Aceh masa lampau.  Daerah dengan beragam adat istiadat dan budaya, yang kemudian keragaman inilah Aceh dapat disebut sebagai sebuah bangsa. 

Melimpahnya sumber daya alam di Aceh tidak lantas menjadikan Aceh sebagai provinsi yang makmur. Hal ini, menurut saya, menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi Hasan Tiro untuk mendeklarasikan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Selain janji politik yang tidak pernah ditepati. 

Sekarang, banyak tulisan tentang Hasan Tiro, baik yang pro maupun kontra terhadap perjuangannya. Bahkan ada yang mengulas khusus menjadi sebuah tulisan biografi.

Bagi saya, gagasan Hasan Tiro mengenai kemakmuran Rakyat Aceh, serta nasionalisme Ke-Aceh-an, merupakan pencerahan, yang luar biasa dan menampar kesadaran. 

Melalui gagasannya, membuat saya lebih bertanggung jawab menjadi orang Aceh. Sudah seharusnya, pemangku kepentingan di Aceh menjadikan spirit perjuangan Hasan Tiro sebagai dasar untuk membangun Aceh.

Sejarah perjalanan dapat dijadikan motivasi tersendiri bagi generasi muda Aceh. kita tidak boleh tunduk pada ketidak-adilan. Tak boleh berdiam diri disaat melihat kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat Aceh secara umum.

Narasi Aceh sebagai bahagian dari dunia harus di rekontruksi kembali. Dalam hal ini, Hasan Tiro telah membuktikan. Bagaimana dirinya “bergerylia” di berbagai negara Eropa. Mencari dukungan politik terhadap kemandirian Aceh.

Hasan Tiro telah meberi contoh, bagaimana menjadi diaspora Aceh. Melalui kebijakan, Pemerintah Aceh harus melanjutkan, bagaimana menjadikan Aceh terkoneksi dengan dunia luar. Salah satunya adalah melalui pendidikan.

Sampai pada akhirnya, kedaulatan sumberdaya alam, ekonomi, maupun politik, sebagaimana dicita-citakan Hasan Tiro dapat kita wujudkan. 

Sudah waktunya generasi muda Aceh, melihat lebih jauh ke depan. Menjadikan semangat perjuangan Hasan Tiro sebagai tolak ukur kemauan. Bukannya memperdebatkan kontroversi dan referensi kabur. Bukankah, Che Guevara tidak pernah di anggap positif oleh Amerika ?

Begitulah, sejarah ibarat mata uang. Memiliki dua sisi. Terserah kita mau melihat sejarah tentang Hasan Tiro dari sisi mana. Saya, melihat Hasan Tiro sebagai Pejuang, yang semangat dan kegigihannya membangun Aceh harus kita warisi.

Komentar

Loading...