Harimau Sumatera Ditemukan Lemas Terjerat di Aceh Tenggara 

Harimau Sumatera Ditemukan Lemas Terjerat di Aceh Tenggara 

KUTACANE, ANTEROACEH.com - Seekor Harimau Sumatera  ditemukan dalam kondisi lemas dengan posisi tubuh kena jerat di kawasan pedalaman perkebunan Gampong Gulo, Kecamatan Darul Hasanah, Aceh Tenggara pada Jum’at (22/1/2020).

Saat ini Harimau malang itu telah berhasil dilepas dari jeratan oleh  tim Balai Konservasi dan Sumber  Daya Alam (BKSDA) terdiri dari Tim medis balai dan Resort Wilayah 14 Aceh Tenggara - SKW II Subulussalam bersama Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, ikut serta medis FKL, WCS, Kepolisian, TNI dan aparat desa terkait.

Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto, Minggu (24/1/2021) menyebutkan, proses penyelamatan mulai dilakukan sejak Sabtu kemarin. Saat ditemukan hewan dilindungi tersebut dalam kondisi lemas dan dehidrasi. Diduga telah tiga hari terjerat di lokasi itu.

“Tim berhasil melepaskan jerat yang mengenai kaki depan sebelah kanan setelah sebelumnya dilakukan pembiusan. Diperkirakan harimau itu berumur 1 sampai 1,5 tahun berjenis kelamin jantan dengan berat 45 – 50 kg,” jelas Agus.

Menurutnya, kondisi Harimau untuk  sementara perlu dilakukan perawatan, khususnya untuk penyembuhan luka pada kaki depan sebelah kanan akibat terkena jerat. Tim medis memutuskan untuk sementara waktu observasi kesehatan secara intensif dilakukan di Kantor BPTN Wilayah 2 Kutacane, BBTNGL. 

“Jika kondisi Harimau Sumatera sudah  menunjukan perkembangan kesehatan yang bagus maka akan dipersiapkan untuk dilepas ke habitat alami. Pelepasan nantinya akan melibatkan  pemerintah daerah setempat untuk menjamin keselamatan harimau di habitat alamnya,” ungkap Agus.

Ia mengimbau masyarakat  menjaga kelestarian habitat Harimau Sumatera dengan cara tidak merusak hutan,  tidak menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati.

Serta tidak memasang jerat /pagar jerat babi, racun, pagar listrik tegangan tinggi yang dapat menyebabkan kematian satwa liar dilindungi.

Menurutnya, aktivitas merusak habitat alami satwa dapat menyebabkan konflik satwa liar khususnya Harimau Sumatera dengan manusia. Juga mengakibatkan kerugian secara ekonomi dan korban jiwa. 

Berdasarkan The IUCN Red List of Threatened Species, satwa yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera ini berstatus Critically Endangered atau spesies yang terancam kritis, beresiko tinggi untuk punah di alam liar.

Komentar

Loading...