Harga Daging Meugang di Abdya Rp. 200 per Kilogram 

Harga Daging Meugang di Abdya Rp. 200 per Kilogram 
Penjual daging meugang di pinggir jalan Keude Siblah, Blangpidie, (11/4/2021). Foto : Ilyas/anteroaceh.com

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com - Harga daging meugang menyambut bulan suci ramadhan 1442 hijriah di kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mencapai Rp. 200 per kilogram.

Salah seorang penjual daging di pinggir jalan Keude Siblah, Blangpidie, Muhammad Rusdi, S,Pdi mengatakan, harga daging kerbau hari ini dijual Rp. 200 ribu per kilogram dan itu menurutnya memang sudah menjadi kebiasaan saat meugang disana.

"Jadi, harga daging kerbau satu kilo Rp. 200 ribu, bisa kita bilang sudah menjadi harga tetap dari tahun ke tahun," ungkap Rusdi saat diwawancarai anteroaceh.com, Minggu (11/4/2021).

Lebih lanjut ia menjelaskan, harga daging meugang jarang melewati di angka Rp. 200 ribu per kilogram. 

"Kalau seingat saya, tiga tahun lalu harga daging pernah sangat anjlok bahkan per kilonya kita jual Rp. 120 ribu, tapi saat itu sudah menjelang siang, karena daya beli sudah mengalami penurunan, sedangkan paginya hanya kita jual Rp.180 ribu per kilo, maka dasar itulah kita menilai harga daging di Abdya jarang-jarang melewati angka di 200 ribu," jelasnya.

Tahun ini Rusdi menyembelih dua ekor kerbau dengan bobot berat 180 kilogram hingga 190 kilogram. 

Ia membeli kerbau itu seharga Rp. 34 jutadan 35 juta per ekornya.

"Kalau tulang kita menjual Rp. 100 ribu per kilogram, sedangkan isi perutnya Rp. 50 ribu, dan Alhamdulillah daging yang kita jual hampir habis," jelasnya.

Mesti di tengah pandemi Rusdi mengaku pendapatan tidak mengalami penurunan saat meugang karena masyarakat tetap antusias membeli daging meugang.

"Bedanya sudah dua tahun ini kita tidak menjual di tepi sungai secara berkelompok karena pemerintah memang tidak memberi izin demi untuk menghindari kerumunan di masa pandemi ini, dan kita berharap corona ini cepat berlalu," pungkasnya.

Komentar

Loading...