Harga Anjlok, Petani di Aceh Tengah Biarkan Cabai Membusuk di Batang  

Harga Anjlok, Petani di Aceh Tengah Biarkan Cabai Membusuk di Batang  
Ilustrasi cabai rawit

TAKENGON, ANTEROACEH.com – Sejumlah petani di Gampong, Kala Ketol, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah mememilih untuk tidak memanen cabai rawit yang mereka tanam dan membiarkannya busuk di batang.

Hal itu lakukan karena harga jual ditingkat petani terus merosot sejak beberapa pekan terakhir ini. Bahkan biaya panen pun tidak sebanding dengan harga jual.

“Harga cabai di tingkat petani di Aceh Tengah terus menurun, saat ini harga cabai rawit hanya Rp. 4 ribu per kilogram,” ungkap salah seorang petani cabai rawit, Sibit Jani, Rabu (14/4/2020).

Sibit menjelaskan, untuk biaya panen dalam sehari menbutuhkan Rp. 90 ribu lebih, sedangkan petani hanya mampu memetik cabai rawit 10 hingga 12 kilogram dalam sehari.

“Kalau harga jual Rp. 4 ribu per kilo itu rugi, belum lagi biaya pupuk, perawatan dan lain lain," keluh Sibit.

Padahal lanjutnya, selama ini petani di Kecamatan ketol hanya mengandalkan hasil penjualan cabai untuk kehidupan sehari-hari.

"Kita tau juga sedang ada bencana virus, banyak pedagang yang tutup dan tidak beli cabe lagi, ya harus pasrah mau gimana lagi," tutupnya.

Komentar

Loading...