Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Harga Anjlok, Petani Pala di Abdya Broen Urusi Kebun

Harga Anjlok, Petani Pala di Abdya <i>Broen</i> Urusi Kebun
Foto: Ilyas/anteroaceh.com

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com – Harga komoditas pala setahun terakhir mengalami penurunan. Akibatnya, banyak petani pala kurang bergairah atau broen mengurusi kebun pala mereka.

Safrudin salah seorang pengepul pala di Kecamatan Kuala Batee mengatakan, harga pala basah dibeli dari petani berkisar Rp 14.000 hingga Rp 17.000 per kilogramnya. Rendahnya harga beli disebabkan murahnya harga minyak pala.

Sementara harga pala kering saat ini Rp 37.000 per kilogram, itu sudah masuk harga global, maksud dari global dimana anak pala yang dibeli oleh para agen tidak akan dipilih-pilih.

“Kalau bunga pala Rp 220.000 sampai Rp 180.000 per Kg. Memang sekarang harga pala sangat murah sehingga tidak lagi menjamin biaya kehidupan kita sehari-hari, kalau dulu dalam sehari kita bisa dapat untung Rp 300.000, tapi sekarang jangankan segitu, Rp 100.000 saja susah, jadi terpaksa saya buka bisnis sampingan seperti jual bawang,” paparnya saat ditemui anteroaceh.com, Selasa (15/9/2020).

Ia menjelaskan, semenjak setahun terkahir harga pala sangat murah, para petani yang memiliki kebun pala mulai kurang semangat mengurusi lahan mereka, ditambah lagi banyak pala yang diserang penyakit.

Saat ini, katanya, harga minyak pala hanya Rp 530.000 per kilogram, sebelumnya bisa mencapai Rp 1 juta lebih per kilogram.

“Kalau harga minyak mencapai 1 juta, harga pala basah ditingkat petani bisa mencapai Rp 30.000 per Kg,” terangnya.

Safrudin menambahkan selama covid-19 juga berdampak pada toke pala bahkan banyak toke pala yang gulung tikarnya sehingga ia terpaksa harus menjual ke Aceh Selatan.

Komentar

Loading...