Harapan Baru

Harapan Baru
Ilustrasi. Foto: Tribun-video.com

KAPOLRI Jenderal Idham Azis, terhitung 1 Mei 2020 melakukan perombakan besar-besaran terhadap jajarannya. Sebanyak 271 perwira tinggi dan menengah menempati jabatan baru.

Mutasi yang diteken Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono tersebut menggeser sejumlah jabatan Kapolda, Wakapolda dan Kapolres yang tersebar diseluruh Indonesia.  

Mutasi juga sampai ke Aceh, diantaranya adalah Wakapolda Aceh, Kapolres Abdya, Kapolres Pidie, Kapolres Lhokseumawe, Kapolres Aceh Tamiang, Kapolres Aceh Besar dan Kapolres Bireuen.

Brigjen Pol Drs. Raden Purwadi, SH yang sebelumnya menjabat sebagai Karorenrim Lemdiklat Polri ditunjuk sebagai Wakapolda Aceh menggantikan Brigjen Pol Supriyanto Tarah yang diberi jabatan baru sebagai Dirprog Serjana STIK Lemdiklat Polri.

Kapolres Aceh Barat Daya dijabat AKBP Muhammad Nasution, SIK yang sebelumnya bertugas sebagai Kasubbagmatlog Baglog Rorenrim Lemdiklat Polri menggantikan AKBP Moh Basori, SIK yang diberi jabatan baru sebagai Kabagstrajemen Rorena Polda Jawa Timur.

Kapolres Pidie dijabat oleh AKBP Zulhir Destrian yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Aceh Tamiang. AKBP Andy Nugraha yang sebelumnya menjabat Kapolres Pidie di mutasi keposisi Kabagwassidik Ditresnarkoba Polda Jawa Timur.

Sementara jabatan Kapolres Aceh Tamiang digantikan oleh AKBP Ari Lastra yang sebelumnya menjabat Kapolres Lhokseumawe. Sementara posisi Ari digantikan AKBP Eko Hartanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit I Diremkrimsus Polda Sumatera Utara.

Jabatan Kapolres Aceh Besar dipercayakan kepada AKBP Riki Kurniawan yang menggantikan AKBP Ayi Satria Yudha yang dipercayakan sebagai Waka SPN Polda Aceh. Riki sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Terakhir, Kapolres Bireuen dipercayakan kepada AKBP Taufit Hidayat yang sebelumnya menjabat sebagai Kabagbiopsnal Ditpamobvit Polda Riau menggantikan AKBP Gugun Hardi Gunawan yang dipercayakan sebagai Wadirintelkam Polda Kalimantan Tengah.

Apa yang bisa kita harapkan dari mutasi ini, khususnya Aceh? enam Kapolres dan satu Wakapolda rasanya cukup bagi Polri untuk menyegarkan jajarannya di Nanggroe Syariat. Terutama posisi Brigjen Pol Drs. Raden Purwadi, SH, sebagai orang nomor dua dilingkungan Polda Aceh. ini merupakan jabatan pertama bagi Raden sebagai perwira tinggi bintang satu.

Semasa berpangkat Kombes, Raden pernah menjabat sebagai Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali. Salah satu keberhasilannya adalah menangkap kasus Jero Balian, pengedar narkoba di pulau Dewata. Rasa-rasanya, duet Irjen Pol. Wahyu Widada dengan Brigjen Pol. Raden Purwadi adalah ideal. Jika Raden disaat berpangkat Kombes menjabat sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Bali, sebaliknya Wahyu menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Banten.

Walaupun mutasi merupakan ritual biasa di tubuh Polri, namun kita patut menggantungkan harapan kepada Wahyu dan Raden, terutama untuk urusan pidana khusus seperti pidana ekonomi, korupsi, tindak pidana tertentu, dan pemberantasan narkoba. Karena kedua orang ini memiliki pengalaman tugas dua bidang itu.

Dengan tambahan amunisi baru ini, kita harapkan penegakan hukum di Serambi Mekah dapat menemukan jalan kembali. Sejumlah kasus menunggu tangan dingin keduanya diantaranya Penggerantan Rumah Kepala ULP Aceh, jangan mengembun lalu hilang ke langit. Kita tunggu saja!

Komentar

Loading...