Haji Uma: Pembangunan di Aceh Belum Mengedepankan Kepentingan dan Kebutuhan Rakyat

Haji Uma: Pembangunan di Aceh Belum Mengedepankan Kepentingan dan Kebutuhan Rakyat
H. Sudirman (Haji Uma) bersama anggota Komite IV DPD RI .

JAKARTA – Anggota Komite IV DPD RI asal Aceh, H. Sudirman alias Haji Uma menilai pelaksanaan pembangunan di Aceh belum sepenuhnya mengedepankan kepentingan dan kebutuhan rakyat serta daerah, sehingga realisasinya menjadi kurang tepat sasaran dan efektif. 

Hal tersebut disampaikan Haji Uma pada Rabu (25/8/2021), menyikapi kinerja Pemerintah Aceh dalam pelaksanaan pembangunan. 

Haji Uma juga menyorot soal profesionalisme dan transparansi dalam pengelolaan anggaran pembangunan, dengan tingginya dana SILPA tahun 2020 yang mencapai 3,96 triliun serta munculnya sejumlah temuan potensi anggaran tidak efektif oleh BPKP Aceh dalam evaluasi anggaran kinerja ekonomi semester 1 tahun 2021. 

“Tidak tepatnya sasaran pembangunan karena kepentingan dan kebutuhan rakyat belum menjadi dasar acuan utama dari perencanaan pembangunan. Kemudian pengelolaan yang kurang profesional dan transparan yang ditandai tingginya Silpa tahun 2020 yang mencapai 3,39 triliun dari total APBA sebesar 14,4 triliun serta banyaknya temuan masalah dan potensi anggaran tidak efektif di semester 1 tahun 2021 oleh BKPK perwakilan Aceh,” terang Haji Uma. 

Untuk itu, Haji Uma berharap agar Pemerintah Aceh mengedapankan kepentingan dan kebutuhan rakyat sebagai dasar pembangunan serta meningkatkan kinerja pengelolaan pembangunan secara lebih professional dan transparan. 

Apalagi dari data yang ada, realisasi dan penyerapan APBA tahun 2021 juga masih rendah, dimana per juli 2021 dari total Rp16,763 triliun, realisasinya baru sekitar 4,2 triliun atau 25,5 persen dari total pagu anggaran.  

“Kita berharap Silpa tidak terjadi lagi di tahun 2021, karena itu Pemerintah Aceh mesti meningkatkan kinerjanya, apalagi realisasi APBA hingga akhir semester 1 tahun ini masih rendah, baru 25 persen. Padahal serapan anggaran ikut menghambat pertumbuhan ekonomi ditingkat masyarakat karena tidak terserapnya tenaga kerja dan dampak lain bagi masyarakat yang hari ini dalam kondisi sulit akibat Covid-19,” tambah Haji Uma.  

Haji Uma menekankan pentingnya keseriusan Pemerintah Aceh dan DPRA dalam mengelola dan mengawal proses pembangunan Aceh agar dapat berjalan lancar dan optimal sehingga akan memberi dampak konstruktif bagi perubahan di segala lini kehidupan masyarakat dan kemajuan daerah kearah yang lebih baik kedepan.

Komentar

Loading...