Breaking News

Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

GerTak Apresiasi Polda Aceh Renspon Perkara Pencemaran Nama Baik Melibatkan Walikota Lhokseumawe

GerTak Apresiasi Polda Aceh Renspon Perkara Pencemaran Nama Baik Melibatkan Walikota Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Elemen sipil Gerakan Transparansi dan Anti Korupsi (GerTak) mengapresiasi sikap Polda Aceh yang mulai merenspon laporan dugaan perkara pencemaran nama baik mantan aktivis Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat (SMUR), Sofyan yang dilakukan oleh Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya.

“Alhamdulillah, Kapolda telah merenspon laporan perkara yang diduga dilakukan oleh Walikota Suaidi Yahya. Langkah berani ini perlu diapresiasi oleh masyarakat, karena ini kasus besar bila dilihat dari sisi moral maupun hukum,” kata  Koordinator GerTak, Muslim Hamidi kepada anteroaceh.com, Sabtu (24/10/2020).

Menurutnya GerTak sangat mendukung langkah kepolisian dalam mengusut perkara yang juga mengandung unsur rasis tersebut hingga tuntas, sampai rasa keadilan benar-benar berpihak kepada korban. Dan kedepan perkara ini harus dijadikan contoh pembelajaran bagi masyarakat terutama pejabat daerah.

Muslim berharap, Jika  sudah cukup bukti dan keterangan saksi,  sebaiknya penyidik  Polda Aceh segera  menetapkan tersangka.

“Kita yakin dan percaya atas kinerja Kepolisian Daerah Aceh yang profesional dan mampu menegakkan hukum dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, kami juga berterima kasih kepada Polres Lhokseumawe yang telah melimpahkan perkara ke Polda, dan ini langkah tepat,” ungkapnya.

Sebelumnya dikabarkan, pada hari ini penyidik Reskrimum Polda dikabarkan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat Pemko Lhokseumawe, terkait laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh mantan aktivis SMUR Sofyan.

Tidak hanya pejabat Pemko, pelapor dan sejumlah saksi dari wartawan yang menulis berita tentang kejadian pencemaran nama baik tersebut juga akan diperiksa.

Namun Direskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Sony Sonjaya membantah kabar tersebut. Walau menurutnya, pemeriksaan sudah direncanakan.

“Benar akan diperiksa, tapi waktunya belum kita pastikan, nanti akan saya kabari kembali,” katanya singkat.

Untuk diketahui,  Sofyan resmi melaporkan Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya ke Polres Lhokseumawe, Senin (13/7/2020).  Orang nomor satu di Lhokseumawe dilaporkan atas dugaan  dugaan pencemaran nama baik,  tuduhan provokator serta sebutan rasis “Sofyan Hitam”.

Mantan aktivis Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat (SMUR) itu mengaku merasa dilecehkan dengan panggilan itu yang dilontarkan Walikota Lhokseumawe dalam sebuah rapat dengan Forkopimda setempat beberapa waktu lalu. Ia mengaku tahu kejadian itu setelah muncul berita di sebuah media online dan juga telah memiliki rekaman perkataan tersebut.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...