Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Gelapkan Sepeda Motor Kredit, Dua Warga Abdya Dibui

Gelapkan Sepeda Motor Kredit, Dua Warga Abdya Dibui

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com - Terdakwa Hafizan alias Kancil warga Gampong Adan, Kecamatan Tangan-Tangan dan Arief Gunawan warga Gampong Lhok Putoy, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) harus mendekam dibalik jeruji besi usai menggelapkan satu unit sepeda motor Honda Beat BL 4139 CN, yang masih dalam masa kredit di PT. Federal International Finance (FIF) Blangpidie.

Kedua pelaku divonis dengan hukuman penjara yang berbeda-beda. Hafizan pemilik Sepmor divonis kurungan penjara selama 1 tahun 3 bulan karena sudah menggelapkan sepeda motornya yang masih dalam masa kredit. Sementara rekannya Arif Gunawan yang terbukti sebagai penandah divonis kurungan penjara selama 8 bulan penjara.

Ketua majelis hakim Zulkarnain, SH, MH dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Blangpidie mengatakan,  jika terdakwa terbukti bersalah karena telah melakukan tindak pidana penggelapan dan penadahan unit jaminan fidusia yang statusnya belum sepenuh milik terdakwa. 

"Terpidana melanggar UU Fidusia pasal 36 tentang penggelapan. Dia memiliki tanggungan kredit motor, namun berniat lari dari tanggungjawab. Bukannya diselesaikan secara baik-baik dengan perusahaan jasa keuangan terkait, namun justru pelaku digadaikan dan dipindah tangankan tanpa izin," jelasnya.

Sementara itu, Reppresentative Head PT. Federal International Finance (FIF) Blangpidie, M Reza Pahlevi, Selasa (16/6/2020) menyampaikan, agar kejadian ini menjadi bisa pelajaran bagi warga Abdya yang masih memiliki tanggungan kredit untuk tidak menjual unit atau menggadaikannya kepada orang lain.

Sebab, kata Reza, selain pemilik aslinya, pihak kedua atau penadah juga akan bisa dijerat hukum karena ikut terlibat dalam hal tersebut.

"Pelaku memiliki hutang kredit motor, namun saat ditagih dia malah berupaya melakukan penadahan kepada orang lain," ujarnya Reza.

Kemudian, kata dia, terdakwa Hafizan telah melakukan penggelapan satu unit sepeda motor Honda Beat bernomor polisi BL 4139 CN dengan nomor mesin JFZ1E2428437 yang di beli dengan secara kredit  ke FIF-GROUP Blangpidie.

"Karena tidak sanggup lagi membayar kreditnya, saudara Hafizan  menjual sepeda motor tersebut dengan motif melaporkan kepada Polsek Tangan-Tangan bahwa keretanya sudah hilang, dan juga mengajukan asuransi kepada FIF-GROUP Blangpidie pada bulan Agustus 2019, sehingga terdakwa mendapatkan manfaat asuransi itu," jelas Reza.

Namun, kata Reza, hal itu berbeda dengan kenyataan, dimana setelah di lakukan penyelidikan oleh pihak Polsek Tangan-tangan, ternyata Hafizan sudah menjual unit tersebut kepada terdakwa Arif Gunawan.

Mengetahui perihal tersebut, Represetative Head M Reza Pahlevi melaporkan kasus tersebut ke Polsek Tangan Tangan Polres Aceh Barat Daya pada tanggal 5 Januari 2020.

"Atas dasar  laporan tersebut, Hafizan alias Kancil kita laporkan atas tindakan pidana penggelapan objek jaminan fidusia sebagaimana di maksud dalam pasal 23 ayat 2 yo pasal 36 dari UU No 42 tahun 1999 tentang jaminan fidusia dan pasal 372 dari KUHPidana," pungkasnya.

Komentar

Loading...