Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Gelapkan Dana Desa, Mantan Geuchik dan Bendahara Gampong Blang Makmur Ditahan Polisi  

Gelapkan Dana Desa, Mantan Geuchik dan Bendahara Gampong Blang Makmur Ditahan Polisi  

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com – Polres Aceh Barat Daya (Abdya) menahan dan menetapkan MA (48) mantan Keuchik  Gampong Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee, sebagai tersangka kasus penggelapan Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) tahun anggaran 2018.

Bersama MA, polisi juga ikut menahan RY (48) Bendahara Gampong Blang Makamur atas kasus yang serupa.


Kapolres Abdya AKBP Moh Basori SIK, didampingi Kabag Ops AKP Haryono dan Kasat Reskrim Iptu Zulfitriadi dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Mapolres Abdya, Rabu (5/2/2020) menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan pengelolaannya dana desa, ada item yang tidak pekerjaan yang tidak dilaksanakan alias fiktif  senilai Rp 445 juta lebih.

“Ada item pekerjaan yang tidak dikerjakan dan itu fiktif. Maka atas dasar itu keduanya kita tetapkan sebagai tersangka dan kita lakukan penahanan terhitung mulai hari ini,” ungkap Kapolres.


Dalam kasus penggelapan dana desa ini, kata dia, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap 15 orang saksi serta telah melakukan penyitaan barang bukti berupa dokumen RKPG tahun anggaran 2018, dokumen APBG tahun anggaran 2018, dokumen bukti pertanggung jawaban, dokumen surat perintah pencairan dana dari kuasa bendahara umum kabupaten serta dokumen surat-surat lainnya yang berhubungan dengan APBG Desa Blang Makmur tahun anggaran 2018.

“Jadi sesuai dengan hasil audit yang dilakukan Inspektorat Abdya terhadap APBG Desa Blang Makmur, terdapat kerugian negara mencapai Rp445 juta lebih,” ujar Kapolres.


Lebih lanjut ia menjelaskan, kedua tersangka  dinyatakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 Jo Pasal 18Ayat (1) huruf a,b, Ayat (2) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang emberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana di ubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHPidana dengan ancaman pidana minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda minimal minimal Rp200 juta maksimal Rp1 miliar.

“Untuk uang yang digelapkan itu, sejauh ini kedua tersangka belum mau menjelaskan kemana uang itu mereka gunakan. Maka saya berpesan kepada seluruh aparatur gampong agar jangan main-main dalam pelaksanaan dana desa ini, lakukan yang terbaik untuk desa masing-masing dan jauhi dari pelanggaran hukum,” pungkasnya. 

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...