GAH Desak DPRA Bentuk Pansus Proyek Multiyears dan Pegadaan KMP Aceh hebat

GAH Desak DPRA Bentuk Pansus Proyek Multiyears dan Pegadaan KMP Aceh hebat
Massa Gerakan Aceh Hebat (GAH) melakukan do'a bersama di depan Gedung DPRA, Banda Aceh, Jum'at (5/3/2021). (Foto: Uci Setiawan)

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Belasan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Aceh Hebat (GAH) melakukan unjuk rasa di depan kantor DPRA, Jum'at (5/3/2021) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka mendesak DPRA  untuk segera membentuk tim pansus terkait proyek multiyears yang mencapai Rp.2,4 triliun.

Koordinator Lapangan (Korlap) GAH, Syarbaini mengatakan ada banyak permainan yang terjadi di proyek multiyears bernilai triliunan rupiah tersebut yang harus ditelusuri.  

"Kemarin proyek multiyears tersebut sudah dilaporkan ke KPK tapi tidak ada hasilnya, jadi sepertinya kita ini dipermainkan," ucap Syarbaini dalam orasinya. 

Lalu, pihaknya juga mendesak tim pansus yang dibentuk nantinya dapat memperjelas dugaan masyarakat bahwa tiga KMP Hebat adalah kapal bekas. Walaupun menurutnya pihak terkait sudah menjelaskan namun tidak serta merta dapat dibenarkan seratus persen. 

GAH juga menuntut agar DPRA mengawasi proses pembangunan jembatan Kilangan di Aceh Singkil senilai Rp.42,9 miliar yang bersumber dari APBA tahun 2019. 

Pertanyakan Hak Interplasi Dewan
Selain itu, Syarbaini juga mempertanyakan kelanjutan hak interpelasi dewan terhadap Gubernur Nova Iriansyah yang tidak ada kejelasannya hingga saat ini.

Pantauan anteroaceh.com di lokasi, belasan peserta aksi melakukan orasi dengan ikut menenteng beberapa karton berisi tuntutan mereka dengan pengawalan pihak keamanan. Kemudian selang sekitar 30 menit orasi, peserta duduk melingkar di depan gedung melakukan do'a bersama meminta agar pemimpin di Aceh segera diberikan petunjuk sembari menunggu pemimpin DPRA keluar untuk menjawab tuntutan mereka. 

Anggota Komisi I DPRA, Fuadri menyambut baik apa yang disampaikan GAH dan berharap isu tersebut akan segera dituntaskan.  

" Akan kami sampai kepada pimpinan dan ke dalam forum komisi, mudah-mudahan beberapa aspirasi tadi bisa ditindaklanjuti." ucap Fuadri 

Disebutkan Fuadri, kegiatan pansus sudah dijalankan pihaknya namun hasilnya belum dipublikasi ke masyarakat dan akan ditanyakan kepada pimpinan kenapa hasil tersebut didiamkan. 

Kemudian terkait proyek multiyears, pembelian kapal dan sebagainya dikatakan Fuadri memang suatu kegiatan yang akan dipansuskan oleh DPRA dan tinggal menunggu waktu.  

Lalu menjawab pertanyaan hak interprelasi, ia mengaku hal tersebut ada aturannya karena jumlah kourum yang hadir sebelumnya tidak mencukupi syarat.

Menurutnya untuk melanjutkan kembali butuh komunikasi antar anggota DPRA. 

"Insha allah apa yang disampaikan tadi sudah saya terima dan bisa saya sampaikan ke pimpinan DPRA. Mudah-mudahan dapat diagendakan dalam rapat DPRA terkait dengan pansus dan juga terkait agenda-agenda lain yang belum dituntaskan," pungkas anggota Komisi I DPRA, Fuadri.

Komentar

Loading...