Gadis 15 Tahun Asal Indonesia Dapat Warisan Rp 8 M dari Mantan Editor BBC  

Gadis 15 Tahun Asal Indonesia Dapat Warisan Rp 8 M dari Mantan Editor BBC  
Foto: Shutter Stock

ANTEROACEH.com - Seorang gadis Indonesia berusia 15 tahun akan mendapat warisan lebih dari £ 400.000 atau sekitar Rp 8.035.404.584 dari ayah misteriusnya karena tidak dikenalnya secara dekat. 

Harta warisan yang ditinggalkan sang ayah di antaranya rumah di Kent, Inggris, sebuah kapal 60 kaki, hingga artefak langka dari China.

Dikutip dari Daily Mail, Rabu (14/7), putri misterius dari Alexander Thomson itu akan menerima 'harta karun' yang ditemukan di rumah yang dibeli Thomson di Ramsgate pada 2007 seharga £ 235.000.

Thomson merupakan merupakan mantan editor BBC World Service Afrika Timur dan Far East atau wilayah Timur Dekat. Pria kelahiran Singapura itu meninggal pada September 2020 dalam usia 71 tahun karena kanker paru-paru. 

Dia meninggal dengan status belum menikah, tanpa keluarga dan tak memiliki surat wasiat. Karena hal tersebut, acara BBC Heir Hunters, memutuskan melakukan pencarian terhadap keluarga Thomson.

Direktur Pelaksana Finders International, Danny Curran, yang merupakan pakar dalam acara BBC Heir Hunters, mengatakan warisan milik Thomson yang ditemukan terdiri dari vas berharga, akta untuk kapal setinggi 60 kaki dan artefak Tiongkok yang langka.

Selain itu, para peneliti Finders International yang berbasis di London ini menemukan foto-foto wanita muda Indonesia bersama Thomson. Ada juga bukti upacara pernikahan Thomson.

Tim Finders International kemudian bekerja sama dengan para ahli dan menemukan fakta bahwa ada seorang wanita yang dinikahi Thomson di Indonesia. Penyelidik percaya anggota keluarga Thomson lainnya tidak tahu tentang istrinya yang merupakan orang Indonesia. Termasuk putri mereka. 

Dalam pencairannya, tim menemukan foto Thomson sedang memeluk seorang bayi.

"Kami juga menemukan bukti semacam upacara, kemungkinan pernikahan di Indonesia dan ada foto-foto yang tampak seperti orang Indonesia yang lebih muda," kata Curran.

"Jadi kami pikir baik-baik saja, kami perlu melihat aspek ini dan melihat apa yang terjadi di sini, seolah-olah dia memiliki anak-anak yang terasing, atau anak-anak yang tidak dia lihat selama bertahun-tahun. Mereka masih berhak di bawah undang-undang wasiat," tambahnya.

Curran mengatakan, pihaknya mendapat akses masuk ke rumah Thomson untuk melakukan penyelidikan. Fakta bahwa Thomson merupakan mantan Editor BBC World Service memungkinkan adanya artefak di rumahnya.

"Kami melihat sekeliling, melihat semua informasi dan orang ini adalah mantan editor BBC World Service Afrika Timur dan Timur Jauh. Jadi dia memiliki semua artefak aneh ini di rumahnya," kata dia.

"Kami mulai membangun gambaran informasi tentang dia dari kepemilikannya dan dari bertanya-tanya, dan ternyata dia memang memiliki keponakan yang bisa mewarisi," lanjutnya.

Berbagai karya seni langka dan berharga juga ditemukan di rumah itu termasuk vas abad ke-19 dan bangku pernikahan Straits China berukuran hanya 33 cm x 28 cm yang dijual seharga £ 2,200 di lelang.

Dalam penyelidikan, juga ditemukan vas yang sudah tertutup debu seharga £ 20.000. Penilai lelang menyebut vas itu memiliki tanda 6 karakter yang terkait dengan kaisar Guangxu akhir abad ke-19 yang membuatnya sangat berharga.

Pemburu ahli waris turut menemukan sertifikat kapal yang berusia hampir satu abad. Kapal tersebut direstorasi oleh Thomson dan dianggap sebagai sekoci terbesar di dunia ketika diluncurkan pada 1923.

Perjalanan Mencari Ahli Waris hingga ke Indonesia

Terkait gadis Indonesia yang diduga merupakan anak dari Thomson, Curran mengatakan, hal ini terungkap setelah dia melakukan penyelidikan hingga ke Indonesia. Pihaknya memang memiliki koneksi di seluruh dunia untuk membantu pencarian.

"Dan kami memiliki agen di seluruh dunia yang bekerja dengan kami secara eksklusif selama bertahun-tahun. Jadi kami melewatkan yang satu ini, dan ternyata ada mantan pasangan dan seorang putri yang tinggal di luar sana," jelasnya.

Dia kemudian menceritakan hasil temuannya dan kemungkinan adanya anak Thomson yang tinggal di Indonesia. Dari hasil penelusuran, diketahui ibu dari anak Thomson memang sudah memberi tahu anaknya jika ayahnya merupakan orang Inggris.

"Kesan yang kami miliki adalah bahwa sang ibu telah mengatakan kepadanya bahwa ayahnya adalah orang Inggris, lebih dari itu, sangat sedikit informasi. Tentu saja mereka tidak meninggalkan negara asalnya. Jadi kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi," tuturnya.

"Mungkin ada niat mereka untuk pindah ke Inggris, tetapi tampaknya tidak pernah terjadi. Kami juga harus menghormati privasi mereka, tetapi kami juga mendapatkan lebih banyak gambaran tentang apa yang terjadi," tambahnya.

Curran mengatakan, hasil penelusuran disimpulkan perpisahan Thomson dan keluarganya di Indonesia bukan karena perseteruan pahit atau semacamnya. Hanya karena masalah 'keterasingan'.

"Kemungkinan seluruh harta itu mencapai lebih dari £ 400.000, jadi ini benar-benar uang dari surga darinya," kata dia.

Dari rangkaian temuan itu, sudah cukup membuktikan Thomson memang pernah menikah dengan orang Indonesia. Meski itu bukan pernikahan sah, pernikahan itu menghasilkan seorang putri yang lahir pada 2006.

Kini, harta milik Thomson senilai £ 400.000 itu akan diwariskan kepada gadis remaja misterius yang masih tinggal di Indonesia ini.

"Sebagai pemburu ahli waris terkemuka, salah satu bagian dari pekerjaan kami adalah menemukan kerabat yang berhak mewarisi harta warisan ketika almarhum telah meninggal tanpa wasiat, tanpa surat wasiat dan tanpa keluarga terdekat yang diketahui. Kami senang bahwa kami melacak Putri Alexander, yang berhak mewarisi tanah miliknya. Kami yakin bahwa inilah yang diinginkan Alexander," tutupnya.

Komentar

Loading...