Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Forum Masyarakat DAS Krueng Aceh Minta Pemerintah dan BWSS-I Batalkan Rencana Penataan Kanal Banjir

Forum Masyarakat DAS Krueng Aceh Minta Pemerintah dan BWSS-I Batalkan Rencana Penataan Kanal Banjir

JANTHO, ANTEROACEH.com – Belasan orang yang tergabung dalam Forum masyarakat kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh menggelar aksi protes terkait kebijakan penataan Krueng Aceh sebagai kanal banjir oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera I (BWSS-I) dan Pemerintah Aceh, Senin (19/10/2020). 

Mereka menggelar aksi dan melakukan orasi di bawah jembatan Cot Iri, Aceh Besar.

Koordinator aksi, Fakhrurazi mengatakan kebijakan yang dibuat BWSS-I dan Pemerintah Aceh pada masa pandemi seperti sekarang ini dinilai akan berdampak kepada ekonomi masyarakat yang mengantungkan hidupnya di sekitaran bantaran sungai.

“Akibat kebijakan penataan DAS untuk pembuatan kanal banjir, ribuan masyarakat akan mengalami kerugian. 80% diantaranya adalah masyarakat yang ekonominya menengah ke bawah,” ujar Fakhrurazi dalam oarasinya  di pelataran warung kopi Ngohya, Cot Iri.

Menurut Fahkrurazi penataan kawasan kanal Krueng Aceh seharusnya direncanakan terlebih dahulu oleh Pemerintah dan BWSS-I melalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar, kemudian disosialisasikan ke masyarakat yang tinggal bantaran Krueng Aceh, agar mereka semua mengetahuinya.

Tidak hanya itu, tambah Fahkrurazi, Pemkab Aceh Besar seharusnya juga melibatkan masyarakat sekitar dalam hal penataan kanal banjir Krueng Aceh, namun hal tersebut juga tidak dilaksanakan oleh Pemkab, sehingga menimbulkan kecurigaan masyarakat terhadap Pemerintah Aceh.

“Sejauh ini pemerintah belum terbuka secara jelas kepada masyarakat terkait agenda penataan ataupun penertiban ini, yang dilibatkan dalam hal penataan kanal banjir ini hanya pihak TNI, sedangkan masyarakat sekitar tidak, kami curiga jangan-jangan ini sebagai sebuah alasan agar pemerintah bisa mengalihkan lahan tersebut pasca penataan. kepada siapa?, nah ini yang perlu kita telusuri,” ujarnya.

“Jadi aksi ini kami lakukan untuk menjawab kegelisahan dan kecurigaan masyarakat Aceh Besar selama ini,” imbuhnya.

“Ini adalah sikap dari forum kami, agar mendapatkan keadilan, disini kami bergerak tidak ada yang mengorganisir, kami hanya ingin menyampaikan aspirasi dari kegelisahan hati masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Forum masyarakat kawasan DAS Krueng Aceh menyampaikan beberapa tuntutan yakni;

Pemerintah Aceh membatalkan kebijakan penataan kanal banjir Krueng Aceh karena kebijakan ini merugikan masyarakat dari segi ekonomi apalagi saat pandemi seperti sekarang.

Kami meminta bupati Aceh Besar untuk mencabut surat edaran nomor: 614/2804 dan Wali Kota Banda Aceh nomor: 650/01240 tentang perintah pembongkaran yang ditujukan kepada warganya.

Meninta Pemerintah Aceh untuk menunjukkan Blue Print (cetakan biru) kanal banjir Krueng Aceh kepada masyarakat sebagai upaya kesinambungan pembangunan pasca pengusuran yang dialami warga pada lahan tersebut. Selain itu juga sebagai menjawab kecurigaan publik akan pengalihan lahan pasca penataan tersebut.

Meminta Pemerintah Aceh dan Pemerintah Aceh Besar untuk menjelaskan secara hukum terkait keberadaan Gedung Arsip Nasional (ANRI) di kawasan kanal banjir Krueng Aceh. Hal ini sebagai upaya pemerintah dalam menjamin keadilan penegakan hukum bagi warganya.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...