Breaking News

Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Terkait Tuntutan Hibah Besi Tua Eks PT AAF

Forum Geuchik Dewantara Terima Honor Ratusan juta dari PT Kirana Saiyo Perkasa

Forum Geuchik Dewantara Terima Honor Ratusan juta dari PT Kirana Saiyo Perkasa

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - Forum Geuchik Dewantara, Aceh Utara  dikabarkan mendapat kucuran dana ratusan juta rupiah dari perusahaan  pemenang lelang scrap (besi tua) eks pabrik PT Asean Aceh Fertilizer (AAF) yang kini menjadi aset PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).

Dana tersebut telah diserahkan PT Kirana Saiyo Perkasa selaku pemenang lelang  kepada forum Geuchik dalam sebuah pertemuan yang ikut disaksikan oleh pihak PT PIM beberapa waktu lalu.

“Dana itu sudah diserahkan ke Forum Geuchik Dewantara, 3 atau 4 hari sebelum lebaran Idul Adha, kami punya bukti otentik mulai dari uang tersebut diambil dari bank hingga pertemuan antara keduanya dimediasi oleh PT PIM dihadiri oleh direksi,” sebut sumber salah satu tokoh di Dewantara kepada anteroaceh.com beberapa waktu lalu.

Tidak diketahui pasti nilai dana yang telah diterima itu, karena informasi yang ia terima bervariasi, ada yang sebut Rp 650 juta ada yang menyebutkan Rp 500 juta. Sebelumnya, Forum Geuchik juga menerima dana Rp 200 juta, sebelum proses tender terakhir digelar PT PIM. 

Dana tersebut diterima oleh Forum Geuchik dari salah satu perusahaan yang ikut lelang scrap tersebut. Dana itu diterima dalam dua tahap, per tahap Rp 100 juta diterima oleh salah seorang geuchik dan  distempel basah dengan stempel desa.

“Dana itu diserahkan pihak ketiga dan bukan dari PT Kirana,” sebutnya lagi.

Biaya Koordinasi
Menjawab hal itu Anwar Ali Kasem dari PT Kirana Saiyo Perkasa mengaku tidak tahu jumlah dana yang diserahkan. Namun dipastikan sudah diserahkan ke forum kepala desa itu. menurutnya dana itu semacam biaya koordinasi.

Karena dalam proses eksekusi scrap selama 7 bulan ke depan, geuchik dilibatkan untuk bekerja, mengatur sistem manajemen rekrutmen tenaga lingkungan,  memantau, jadi diberikan semacam honor untuk mereka.

Disepakati juga dalam hal rekrutmen pekerja, yakni 70 persen dari tenaga kerja lingkungan setempat, sedangkan 30 persen direkrut oleh Kirana. Termasuk rekrutmen tenaga ahli dari luar daerah.

Hal itu sesuai arahan PT PIM kepada pemenang lelang untuk berkomunikasi dengan forum geuchik, karena selama ini mereka menuntut hak lingkungan.

“PIM meminta kita untuk berkomunikasi dengan forum geuchik, bukan dalam hal membayar. Dan setelah berkomunikasi muncul  kesepahaman bahwa, ada mekanisme untuk biaya koordinasi,” ujar Anwar.

Dana itu diberikan untuk 15 geuchik, masing-masing geuchik menerima jumlah yang berbeda, sesuaikan dengan tanggungjawab, ada ring 1, 2 dan 3.

“Dana itu sudah diserahkan ke forum geuchik di PIM,” pungkasnya.

Untuk diketahui, masyarakat lingkungan melalui Forum Geuchik Dewantara dan Forum Pemuda Dewantara sempat berunjukrasa menuntut 25 persen scrap dihibahkan untuk masyarakat. Namun belakangan kedua belah pihak sepakat menerima tawaran 2,5 persen dari PT PIM.

Sedangkan Kirana Saiyo Perkasa adalah perusahaan pemenang lelang scrap dengan nilai Rp 2800 per kilogram besi tua yang dieksekusi dari lahan eks pabrik pupuk urea itu. Proses pengambilan scrap mulai dilakukan bahkan sudah berjalan selama tiga pekan.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...