Breaking News

Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Update

Forum Geuchik Dewantara : Rp 600 juta Hanya Untuk Geuchik

Forum Geuchik Dewantara : Rp 600 juta Hanya Untuk Geuchik
Yusuf Beuransah ketua Forum Geuchik Dewantara

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - Forum Geuchik Dewantara, Aceh Utara membenarkan telah menerima dana Rp 600 juta dari PT Kirana Saiyo Perkasa  perusahaan pemenang lelang scrap eks PT Asean Aceh Fertilizer (AAF). Dana itu bagian dari nilai 1 persen scrap yang dihibahkan kepada forum kepala desa itu.

Baca: Forum Geuchik Dewantara Terima Honor Ratusan juta dari PT Kirana Saiyo Perkasa

“Dana itu nilai dari 1 persen hibah scrap yang diberikan oleh PT Kirana, perkiraannya Rp 600 juta, bisa saja lebih, jadi itu sebagai pinjaman dan sudah  kami terima pada hari Mak Meugang Idul Adha lalu,” jelas Yusuf Beuransah ketua Forum Geuchik Dewantara kepada anteroaceh.com, Jum’at (28/8/2020).

Lebih jelas diterangkan, soal hibah scrap, PT PIM menyerahkan 2,5 persen untuk masyarakat lingkungan untuk dikelola bersama, sedangkan 1 persen jatah forum geuchik dibebankan kepada PT Kirana Saiyo Perkasa, sebagai biaya koordinasi.

Geuchik Gampong Utuen Geulinggang tersebut juga memastikan dana itu hanya untuk para geuchik yang terlibat dalam proses tersebut, termasuk untuk unsur lain seperti mukim. Karena PT PIM tidak lagi menanggung dana bagi mereka.

Ia juga nilai persen itu tidak akan bertambah, karena hasil dari scrap tersebut juga diatur bagiannya untuk pihak Muspika Dewantara dan pihak lainnya.

Saat ditanya perihal  dana Rp 200 juta yang dikabarkan diterima dari pihak ketiga sebelum lelang dilaksanakan, Yusuf membantah. Menurutnya itu kabar tidak benar yang dihembuskan pihak Forum Pemuda Dewantara (FORPEMDA), karena tuntutan 25 persen tidak dikabulkan.

“Tidak ada dana itu, yang ada hanya dana koordinasi Rp 600 juta,” pungkasnya.

Sebelumnya dikabarkan PT Kirana Saiyo Perkasa selaku perusahaan pemenang lelang scrap eks PT AAF telah menyerahkan dana koordinasi bagi para geuchik dewantara melalui Forum Geuchik.

Dana senilai Rp 600 juta tersebut disebut juga sebagai biaya kerja selama proses eksekusi scrap berlangsung , selama 7 bulan dari 9 bulan kontrak kerja dengan PT PIM. Para geuchik akan dilibatkan untuk mengatur manajemen rekrutmen tenaga lingkungan  dan memantau proses pengerjaan.

Untuk diketahui, masyarakat lingkungan melalui Forum Geuchik Dewantara dan Forum Pemuda Dewantara (FORPEMDA) sempat berunjukrasa menuntut 25 persen scrap dihibahkan untuk masyarakat. Namun belakangan kedua belah pihak sepakat menerima tawaran 2,5 persen dari PT PIM.

Sedangkan Kirana Saiyo Perkasa adalah perusahaan pemenang lelang scrap dengan nilai Rp 2800 per kilogram besi tua yang dieksekusi dari lahan eks pabrik pupuk urea itu. Proses pengambilan scrap mulai dilakukan bahkan sudah berjalan selama tiga pekan.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...