Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

FAMe dan FUAS Selenggarakan Diskusi Online Bedah Beasiswa Dalam dan Luar Negeri

FAMe dan FUAS Selenggarakan Diskusi Online Bedah Beasiswa Dalam dan Luar Negeri

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Forum Aceh Menulis (FAMe) dan Forum Ukhuwah Aceh Selatan (FUAS) melaksanakan diskusi daring membedah beasiswa dalam dan luar negeri, Selasa (16/6/2020).

Para pemateri yang diundang berasal dari kaum milenial Aceh Selatan. Mereka ada yang sedang menempuh beasiswa jalur S1, dan S2, bahkan sudah ada pula yang sudah menyelesaikan pendidikan magister.

Salah seorang pemateri, Khaluka Ahsana Fitri, Awardee LPDP S2 Universitas Pendidikan Indonesia mengaku pengajuan beasiswanya pernah ditolak sebanyak tujuh kali.

"Itu adalah pengalaman yang tidak bisa saya lupakan seumur hidup. Mungkin banyak orang hanya melihat kesuksesan saya sekarang. Tapi pengalaman itu adalah guru terbesar dalam hidup," kata Khaluka.

Menurutnya, hal yang paling penting dalam meraih beasiwa itu adalah niat samangat pantang menyerah.

“Apabila ingin mendapatkan beasiswa, yang paling didahulukan adalah luruskan niat dan jangan pantang menyerah untuk menggapai impian,” imbuhnya.

Suci Hidayati, peraih beasiswa Theology of Islamic Student, Erciyes University, Turkiye, juga menyampaikan hal senada. Menurutnya perlu kebulatan tekad yang kuat dan mental yang membaja.

"Beasiswa itu apabila sudah mendapatkannya merupakan satu tanggung jawab moral yang sangat luas, yaitu dunia walakhirat. Jangan hanya sekedar berfikir tujuannya hanya semata-mata demi mendapatkan uang dan menjalani kehidupan di negeri orang secara gratis. Melainkan juga, beasiswa itu amanah dan harus dipertanggung jawabkan nantinya,” ujar Suci.

Sementara Erma Suryani, Awardee LPDP 2015, S2 Universitas Gajah Mada memaparkan tentang tujuan lanjut studinya adalah ingin meningkatkan kapasasitas keilmuwan yang dimiliki, yaitu di bidang Matematika, khususnya Statistika.

Erma S mengenang pengalaman  rumit dan romantika pahit tatkala mendapatkan beasiswa saat itu. Dia merasakan tatkala pemberkasan yang tak kunjung usai.

"Padahal kalau kita mau merenung dan menilik kenapa kesulitan itu ada. Mungkin karena Allah ingin menguji, melihat kegigihan/keuletan, dan ikhtiar kita," imbuh Erma S.

Pemateri lain, Munji Asshiddiqi, Awardee LPDP Queensland University juga menyampaikan, ketika telah meraih beasiwa harus rela mengorbankan waktu bersenang-senang, dan rela jauh dari orang tua untuk menggapai cita-cita.

“Di Indonesia, wabil khusus Aceh sangat butuh para generasi muda yang kaya SDM dan unggul lebih banyak potensi agar nantinya mampu berkolaborasi dan bersinerji dalam memajukan Aceh diberbagai sektor," tegas Munji.

Kemudian Riki Muhamanda, Delegasi Beasiswa Summer Course Eropa, menuturkan bahwa tujuan mendapatkan beasiswa agar dapat mengupgrade diri menjadi lebih baik lagi, dan juga dapat merasakan pengalaman toleransi, keterbukaan pikiran, lifestyle yang positif saat berada diluar negeri.

"Total sekitar 80 program yang saya apply saat kuliah itu gagal semua. Namun, ternyata hasil tak mengkhianati usaha, yang penting optimis dan punya semangat juang yang tinggi," demikian Riki.

Komentar

Loading...