Enam Pengemis Mengatasnamakan Pesantren, Masjid dan Anak Yatim Diamankan di Meulaboh, Surat Permohonan Bantuan Ternyata Palsu

Enam Pengemis Mengatasnamakan Pesantren, Masjid dan Anak Yatim Diamankan di Meulaboh, Surat Permohonan Bantuan Ternyata Palsu

MEULABOH - Sebanyak 6 orang pengemis mengatasnamakan permohonan bantuan pembangunan dayah pesantren masjid dan anak yatim diamankan Satpol PP dan WH Aceh Barat di seputaran Kota Meulaboh, Minggu (10/7/2021) kemarin. 

Kepala Satpol PP dan WH Aceh Barat, Mirsal melalui Kabid Trantibum, Dodi B. Saputra mengatakan pengemis tersebut lima berasal dari Aceh Utara dan satu dari Aceh Selatan. 

Mereka bernama Anita, M. Jamil, Rusli Hussen, Suhaimi dan Rohani kelimanya berasal dari Aceh Utara, sementara satu lainnya berasal dari Aceh Selatan bernama Muchlis.

Bahkan menurut petugas sebagian mereka telah berulang kali ditertibkan namun tetap kembali terlihat di seputaran Kota Meulaboh. 

"Setelah kita amankan ke Kantor Satpol PP dan WH, dua orang diantara pengemis tersebut langsung kita kembalikan ke daerah asalnya mengingat lagi dalam kondisi sakit dan kurang sehat," terang Dodi B. Saputra dalam keterangan yang diterima anteroaceh.com, Senin (12/7/2021).

Sementara empat lainnya telah diamankan di Kantor Satpol PP WH Aceh Barat untuk dimintai keterangan. 

Dari hasil pengumpulan keterangan, diketahui keempat orang tersebut melakukan aktivitas mengatasnamakan permohonan bantuan pembangunan dayah pesantren masjid anak yatim di luar Aceh Barat.

"Kemudian saat kita periksa berkas-berkas dan rekomendasi yang mereka punya, ternyata semuanya palsu dan tidak benar," sebut Dodi.

Bahkan diantara pengemis tersebut, terdapat satu orang anak dibawah umur yang diajak ikut menjadi pengemis. 

Selain itu, petugas juga menemukan hasil uang meminta-minta sekitar Rp 400 ribu - Rp. 600 ribu. Para pengemis tersebut juga menginap di salah satu wisma di seputaran Kota Meulaboh.

Mereka, sebut Dodi masing-masing sudah  membuat surat pernyataan dan diserahkan ke Dinas Sosial untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.

"Harapan kita bersama kota Meulaboh khususnya kabupaten Aceh Barat umumnya bisa terbebas dari pada para gepeng yang meresahkan masyarakat dan mengganggu aktivitas lalu lintas," pungkas Kabid Trantibum Satpol PP dan WH Aceh Barat, Dodi B. Saputra.

Komentar

Loading...