Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Enam Orang Diamankan Saat Pesta Miras di Banda Aceh

Enam Orang Diamankan Saat Pesta Miras di Banda Aceh

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP/WH) Kota Banda Aceh bersama TNI/Polri mengamankan enam orang diduga tengah melakukan pesta minuman keras (Miras)di sebuah warung kopi di Jalan Ahmad Yani, Gampong Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Sabtu( 21/11/2020) dini hari.

Plt Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Heru Triwijanarko melalui Kabid Penegakan Syariat Islam, Safriadi mengatakan penangkapan itu terjadi saat razia rutin yang dilakukan setiap bulan.

"Jadi malam Sabtu kemarin kita melakukan razia gabungan dengan masuk ke beberapa hotel dan penginapan guna melakukan pengawasan syari'ah. Alhamdulillah saat itu kita tidak menemukan adanya pelanggaran," ucap Safriadi saat ditemui anteroaceh.com diruangannya, Senin (23/11/2020).

Dikatakan Safriadi, saat keluar dari salah satu hotel di kawasan Peunayong, timnya melihat dua orang perempuan masih duduk berkumpul di warung kopi padahal sudah tengah malam.

"Mereka duduk bergerombol bersama empat orang laki-laki di meja luar warkop tersebut dan saat hendak dibawa, petugas mendapati di atas meja terdapat beberapa gelas dan ceret air," lanjutnya

Setelah didekati, tercium aroma anggur merah. Tim langsung melakukan pengecekan dan tidak lama berselang berhasil mendapati tiga botol kosong sisa minuman yang diakui sengaja disembunyikan.

Berdasarkan itulah, dikatakan Safriadi keenam orang tersebut beserta pemilik warung dibawa ke kantor Satpol PP/WH Kota Banda Aceh untuk diperiksa. 

Dari hasil pemeriksaan, hanya tiga orang yang terbukti terlibat yaitu HT warga Medan dan TH warga Banda Aceh, keduanya mengaku minum dan JP Warga Aceh Tenggara mengaku memberikan uang untuk membeli.

Saat ini, tambahnya ketiga orang tersebut sudah ditahan di sel tahanan Kantor Satpol PP dan WH Provinsi Aceh sambil menunggu semua berkas penyelidikan selesai dilimpahkan ke kejaksaan. Ketiganya juga terbukti telah melanggar Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

"Kita berharap ke depannya masyarakat juga ikut membantu, mengantisipasi atau memberikan informasi kepada kita. Apalagi miras inikan mainnya tersembunyi, jadi jika masyarakat itu peduli, minimal memberitahu ada transaksi miras yang dilakukan. Karena jika hanya mengandalkan tim kami terbatas, " pungkas Safriadi.

Komentar

Loading...