Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Empat Pengeroyok Wartawan Antara Divonis Lima Bulan Penjara

Empat Pengeroyok Wartawan Antara Divonis Lima Bulan Penjara
(Foto: Ilustrasi)

MEULABOH, ANTEROACEH.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat menjatuhkan vonis lima bulan penjara terhadap empat terdakwa pengeroyokan wartawan antara.

Masing-masing mereka yakni Umar Dani, Darmansyah, T Herizal dan Akrim terbukti bersalah karena bersama-sama melakukan pengeroyokan wartawan Perum LKBN ANTARA Biro Aceh, Teuku Dedi Iskandar yang terjadi pada Hari Senin, Tanggal 20 Januari 2020 lalu di Warung Kopi Elnino, Meulaboh.

"Mengadili, menyatakan Umar Dani, Darmansyah, T Herizal, Akrim terbukti bersalah dengan terang-terangan secara bersama-sama melakukan tindak pidana kekerasan terhadap saksi korban Teuku Dedi Iskandar," kata Ketua Majelis Hakim Zulfadly P dalam sidang pamungkas di Pengadilan Negeri Meulaboh, Senin ( 8/6/2020) sore.

Majelis hakim memerintahkan keempat terdakwa tetap berada di dalam tahanan sejak putusan dibacakan, serta menghukum para terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp2.000.

Hal yang memberatkan keempat terdakwa, kata majelis hakim,  adalah karena melakukan kejahatan bersama-sama kepada saksi korban Teuku Dedi Iskandar, sehingga korban harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, sesuai hasil visum et repertum dan sesuai pokok dakwaan.

Adapun hal yang meringankan terdakwa, mengakui bersalah atas semua perbuatannya dan bersedia meminta maaf kepada saksi korban dan keluarga.

Menanggapi putusan tersebut, keempat terdakwa masing-masing Umar Dani, Darmansyah, T Herizal serta Akrim mengaku bersalah atas perbuatan yang mereka lakukan.

Mereka juga menerima putusan majelis hakim sesuai dengan putusan yang dibacakan.

Untuk diketahui, pengeroyokan terhadap Teuku Dedi Iskandar terjadi saat wartawan Antara itu mewawancarai Kepala Subbagian Humas Polres Aceh Barat Usman A Yani di Elnino Kupi Meulaboh pada Senin 10 Januari 2020 pukul 12.15 WIB.

Dalam keterangannya di persidangan sebelumnya, Teuku Dedi Iskandar menduga pengeroyokan terhadap dirinya terkait tugas jurnalistik yang dijalankannya.

Sebelumnya, saksi korban Teuku Dedi Iskandar menulis pemberitaan terkait kasus pengancaman wartawan media cetak terbitan Banda Aceh, Aidil Firmansyah, diduga dilakukan terdakwa Akrim.

Tidak hanya itu, Teuku Dedi Iskandar merasa terancam setelah dirinya selaku Ketua Balai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Barat memberikan keterangan yang disiarkan di berbagai media massa terkait pengancaman wartawan tersebut.

"Akibat pengeroyokan tersebut, saya menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, selama lima hari lamanya," kata Teuku Dedi Iskandar

Teuku Dedi Iskandar dirawat karena mengalami sesak napas, pusing, luka memar di lengan, luka di ibu jari kanan, bibir, serta trauma dan merasa dipermalukan dengan video pengeroyokan yang beredar luas di masyarakat.

Komentar

Loading...