Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Emak-emak Kembali Unjuk Rasa Tuntut Penangguhan Penahanan Geuchik Trieng Pantang

Emak-emak Kembali Unjuk Rasa Tuntut Penangguhan Penahanan Geuchik Trieng Pantang
Warga unjuk rasa tuntut penangguhan penahanan geuchik.

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com – Puluhan warga yang didominasi emak-emak Gampong Trieng Pantang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Senin (27/1/2020) mendatangi kantor camat setempat. Mereka berunjuk rasa meminta Muspika memediasi upaya penangguhan penahanan Geuchik Trieng Pantang. Aksi serupa sudah pernah dilakukan Kamis (16/1).

Baca: Tak Terima Geuchik Ditahan, Warga Trieng Pantang Unjuk Rasa ke Kantor Camat Lhoksukon 

Sebagaimana diketahui, Geuchik Trieng Pantang, Hasanuddin ditahan atas kasus dugaan salah mengambil kebijakan terkait pengalihan Pembagian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Kasus itu dilaporkan ke polisi oleh salah seorang warga gampong setempat.

“Kami membutuhkan geuchik untuk menjalankan roda pemerintahan. Maka dari itu, kami minta penahanannya ditangguhkan,” ujar Iskandar, Anggota Tuha Peut Trieng Pantang.

Menurut warga, sejak geuchik ditahan, roda pemerintahan gampng terhambat. Dikhawatirkan hal itu dapat berimbas ke pembangunan yang nantinya akan merugikan masyarakat.

Tak lama berselang, Camat Lhoksukon, Saifuddin meminta beberapa perwakilan warga untuk membicarakan terkait tuntutannya di dalam ruangan kantor camat. Aksi tersebut juga mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan Satpol PP Aceh Utara.

“Tadi dalam musyawarah, pihak camat menyebut akan berupaya melakukan mediasi. Besok (Selasa), perwakilan kami akan dipanggil kembali guna membahas persoalan ini,” ucap Iskandar.

Setelah mendapat respon dari camat, warga yang kebanyakan kaum ibu itu memilih bubar. Namun demikian, warga mengancam akan kembali melakukan aksi yang sama apabila besok (Selasa) tidak ada solusi terkait permintaan penangguhan penahanan geuchik tersebut.

Di lokasi unjuk rasa, Camat Lhoksukon, Saifuddin mengharapkan agar warga dapat menghargai dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan saat ini. “Kami minta agar tokoh masyarakat juga membuat surat secara tertulis tentang permintaan penangguhan penahanan ini. Kami juga tidak bisa sembarangan, karena ini sudah masuk ranah hukum," terang Saifuddin.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Iptu Sudiya Karya mengatakan, “Kita (polisi) bersama Satpol PP mengawal jalannya unjuk rasa tersebut. Alhamdulillah, berlangsung aman dan kondusif,” pungkasnya. 

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...