Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Ecek-ecek Investasi

Ecek-ecek Investasi

SEBELUM heboh Corona, Pemerintah Aceh sangat ambisius mengurus investasi. Gubernur berjalan sampai ke timur tengah mengundang investor. Kita paham, mengandalkan APBA semata bukanlah pilihan tepat untuk akselarasi pembangunan Aceh.

Kalau kita mundur ke belakang, entah sudah berapa Memorandum Of Understanding (MoU) kerjasama yang sudah diteken Pemerintah Aceh dengan Investor. Terbaru, Dinas Perindustrian dan Perdagangan mengklaim sudah ada 7 tenant yang akan berinvestasi di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong. Hasilnya? Baru PT. Trans Continent (TC) yang menampakkan keseriusan.

Perusahaan Multi Nasional itu telah mengangkut alat beratnya ke lokasi. Petanda mereka serius. Ismail Rasyid, CEO perusahaan merupakan pengusaha asal Aceh. yang lain entah bagaimana perkembangannya.

Namun sayang, beberapa hari yang lalu, Ismail Rasyid mengangkat seluruh alat berat dari KIA Ladong. Menurutnya, Pemerintah Aceh tidak memiliki komitmen yang jelas dalam mengurus investasi. Padahal, TC sudah menggelontorkan dana sekitar Rp. 30 miliar.

Ismail mengklaim, TC rugi sekitar Rp. 600 juta sebulan. Ditambah lagi PT. PEMA sebagai perusahaan yang ditunjuk Pemerintah Aceh sebagai operator belum melakukan apa-apa. jadilah KIA itu mirip kawasan lembu daripada kawasan industri. Belum ada fasilitas penunjang seperti listrik, air bersih, sanitasi. Yang ada hanya lembu masyarakat.

Mundurnya TC dari KIA Ladong menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Aceh. sejumlah pihak mengaku kecewa, salah satunya adalah Dahlan Djamaluddin, Ketua DPR Aceh. Menurut Dahlan, Pemerintah Aceh tidak serius, kalau persoalannya adalah infrastruktur, Pemerintah Aceh dapat melibatkan DPRA untuk membicarakan.

Bagaimana nasib KIA Ladong yang diproyeksikan menjadi Pusat Logistik Berikat dan Pergudangan Terpadu pasca kepergian PT TC? Walau pemerintah Aceh masih optimis, namun rasa-rasanya masih jauh dari harapan.

Kita dapat memetik pelajaran dari kepergian PT CA ini. Pertama, dalam mengurus investasi harus serius, tidak bisa ecek-ecek. Investor butuh kepastian hukum, karena mereka menggelontorkan dana dalam jumlah besar. Kedua, perlunya menjaga keselarasan dengan masyarakat sekitar. Pemerintah, investor, masyarakat harus dalam satu tarikan nafas, tidak boleh ada yang terlalu kendor dan terlalu kecang.

Komentar

Loading...