Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Dugaan Korupsi Dana Desa Blang Makmur, Polisi Kesulitan Minta Keterangan Mantan Keuchik

Dugaan Korupsi Dana Desa Blang Makmur, Polisi Kesulitan Minta Keterangan Mantan Keuchik
Mantan Geuchik Blang Makmur Muhammad Haris (kiri) bersama anggota Polres Abdya.

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com ÔÇô Polisi masih kesulitan meminta keterangan mantan Keuchik Gampong Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Muhammad Haris (48), terkait dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) tahun 2018.

Sejak kembali dan menyerahkan diri ke polisi, Haris masih sulit untuk diajak berkomunikasi.

"Saat ini dia (Haris) susah kita ajak berbicara, kalau pun dia bicara tidak nyambung," kata Kapolres Abdya AKBP Moch Basori SIK melalui Kapolsek Kuala Bate Ipda Ramlan, kepada ANTEROACEH.com, Selasa (15/7/2019).

Baca:Enam Bulan Lebih Menghilang, Geuchik Blang Makmur Akhirnya Kembali ke Abdya

Haris sudah beberapa kali dimintai keterangan oleh polisi terkait keberadaannya saat menghilang selama enam bulan lebih.

"Saat kita tanya di mana tinggal selama di Singkil, Haris menjawab, pak jangan tanya dulu, saya lagi binggung," kata Ramlan meniru ucapan Haris.

Polisi, kata dia, sudah mengembalikan mantan keuchik yang diduga menyelewengkan dana desa tahun 2018 senilai Rp 441 juta dari total Rp 1,2 milyar ke pihak keluarga.

Baca:Polres Abdya Lanjutkan Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana Desa Blang Makmur

"Kemarin status dia kan melapor dan meminta perlindungan kepada polisi. Mungkin dengan kita kembalikan kepada keluarga, dia bisa sedikit normal dalam berfikir nanti," kata Ramlan.

Diketahui, penyidik Satreskrim Polres Aceh Barat Daya (Abdya) tetap melanjutkan penyelidikan penggunaan anggaran dana Desa Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee yang terindikasi tidak bisa dipertanggungjawabkan sekitar Rp 445 juta dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) tahun 2018 mencapai Rp 1,2 miliar lebih.

Sejauh ini, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Penyidik masih mendalami dan mengumpulkan barang bukti untuk meningkatkan kasus itu ke tahap penyidikan.

Tahun lalu Gampong Blang Makmur mendapat kucuran dana desa sebesar Rp 1,286 miliar. Dari jumlah tersebut sebanyak Rp 1,228 miliar telah dipergunakan. Sisanya Rp 58,6 juta lagi masih berada di bank.

Saat tim Inspektorat melakukan opname kas, diketahui ternyata yang memiliki bukti pertanggujawaban pengunaan dana desa itu hanya Rp 786,385 juta. Sisanya Rp 441,635 juta lagi tidak ada bukti pertanggungjawaban.

Berdasarkan pengakuan perangkat Gampong Blang Makmur, dana desa senilai Rp 441 juta yang tidak memiliki bukti tersebut sebelumnya sudah diserahkan pada Geuchik mereka bernama Muhammad Haris.

Tak lama kemudian, Muhammad Haris dikabarkan hilang setelah satu unit sepeda motor, SIM, dan pancing milik Kades tersebut ditemukan di bibir pantai di komplek Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Serangga, Susoh.

Emam bulan lebih menghilang, Muhammad Haris kembali ke rumahnya pada Minggu sore kemarin, sekira pukul 19.10 WIB. Haris pun datang ke Polsek Kuala Bate untuk melaporkan bahwa dirinya sudah kembali.

Kepada petugas, Ia mengaku pada tanggal 31 Desember 2018 lalu saat sedang memancing di PPI Ujong Serangga Susoh, sekira pukul 17.30 WIB, dirinya didatangi oleh tiga orang menggunakan mobil jenis Toyota Innova.

Ketiga orang tersebut langsung menyekapnya dan membawa ke Gampong Kuta Tinggi, Kecamatan Blangpidie.

Tiba di Gampong tersebut, Haris langsung melarikan diri ke arah pegunungan. Haris sempat bersembunyi selama tiga malam di hutan tersebut.

Haris kemudian turun ke kota Blangpidie pada malam hari, lalu menumpang mobil jenis cold diesel menuju ke Aceh Singkil.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...