Dugaan Korupsi Aplikasi PIKA Kerugian Negara Ditaksir Mencapai Rp. 500 Juta

Dugaan Korupsi Aplikasi PIKA Kerugian Negara Ditaksir Mencapai Rp. 500 Juta

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat Daya (Abdya) hingga saat ini belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada aplikasi  sitem informasi terpadu pusat industri kreatif Abdya (PIKA) yang menelan anggaran Rp.1,3 miliar.

Namun berdasarkan perhitungan awal kerugian negara akibat aplikasi tersebut mencapai Rp. 500 juta. 

"Meskipun sudah masuk tahap penyidikan, kita belum menetapkan tersangka, namun untuk kerugian awalnya kita menduga sebesar Rp. 500 juta," ungkap Kajari Abdya, Nilawati melalui sambungan telepon seluler, Minggu (9/5/2021).

Nilawati menjelaskan, nominal tersebut belum bisa dipastikan jumlah keseluruhan kerugian negara sebab pihaknya belum menyerahkan ke Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk dilakukan perhitungan terkait temuan secara real.

"Kita akan terus melakukan pendalaman sehingga mengetahui siapa saja yang terlibat dalam kasus ini, dan selama ini kita juga sudah melakukan pemanggilan beberapa saksi untuk dilakukan pemeriksaan terkait kerugian negara pada proyek itu," pungkasnya.

Komentar

Loading...