Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Dua Warga Dewantara Ditangkap Karena Konsumsi Sabu, Seorang Diantaranya Sekuriti PT PIM

Dua Warga Dewantara Ditangkap Karena Konsumsi Sabu, Seorang Diantaranya Sekuriti PT PIM

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - Dua warga asal Gampong Paloh Gadeng, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara Fi (40) dan YS (46) ditangkap tim anti Narkoba Polres Lhokseumawe  di kawasan  Krueng Geukuh , Kamis (26/11/2020), karena mengkonsumsi Sabu-sabu.

Informasi yang diperoleh, kedua ditangkap di seputaran SPBU Krueng Geukuh,Dewantara dan ditemukan sejumlah bukti karena mengkonsumsi Narkoba tersebut. Seorang tersangka, YS diketahui berprofesi sebagai petugas keamanan atau sekuriti di PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto melalui Kasat Narkoba AKP Ismail, Minggu (29/11/2020) menerangkan, kedua tersangka sudah lama dincar petugas karena diduga sebagai pengedar.

“Kedua tersangka sudah lama kita incar terkait perkara itu. YS sudah lama mengkonsumsi sabu-sabu. Kemudian tentang keterlibatan dia sebagai pengedar masih didalami penyidik,” ungkap AKP Ismail kepada anteroaceh.com.

Terkait profesi tersangka YS sebagai petugas keamanan di PT PIM,  Kasat Narkoba mengaku tidak tahu pasti, karena berdasarkan kartu identitas penduduk,hanya tercatat wiraswasta.

Sementara itu Humas PT Pupuk Iskandar Muda Nasrun saat dihubungi via selular membenarkan YS  bertugas sebagai sekuriti perusahaan pupuk itu dan telah ditangkap polisi karena kasus narkoba.

“Benar dia sekuriti PIM, saya sudah mendapat kabar dari kepala keamanan perusahaan tentang kejadian itu,” jelas Nasrun.

Menurut Nasrun, YS direkrut sebagai tenaga keamanan oleh perusahaan rekanan penyalur tenaga kerja PIM yaitu PT Ima Meukat Raya. 

“Sanksi terhadap yang bersangkutan tidak kewenangan PIM, namun kewenangan PT Ima Meukat Raya,” jelasnya lagi.

Sedangkan Dirut Ima Meukat Raya, Zulkifli tidak mau berkomentar banyak, karena belum mendapatkan informasi detail tentang penangkapan YS.

“Saya belum bisa berkomentar banyak, karena kita belum tahu kepastian yang bersangkutan bersalah atau tidak. Soal sanksi akan bisa dipastikan setelah ada putusan hukum tetap,” singkatnya.

Komentar

Loading...