Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Dua Wanita Pemilik Caffe Karaoke di Aceh Tamiang Diamakan Satpol PP dan WH

Dua Wanita Pemilik Caffe Karaoke di Aceh Tamiang Diamakan Satpol PP dan WH

KUALA SIMPANG, ANTEROACEH.com - Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh Tamiang, menertibkan dua tempat karaoke di Kampung Sungai Liput Kecamatan Kejuruan Muda. 

Penertiban lokasi tersebut karena ditengarai meresahkan masyarakat sekitar. Selain meresahkan, tempat hiburan itu diduga juga tidak memiliki izin.

Akibatnya dua pengelola tempat hiburan karaoke, yakni P (50) warga Sukaramai Satu Kecamatan Seruway, dan M (40) warga Seumadam Kecamatan Kejuruan Muda diamankan petugas Satpol PP dan WH.

Tidak hanya itu, petugas juga menyita peralatan elektronik berupa dua buah DVD dan Amplifier serta empat buah microphone sebagai alat pendukung kegiatan tersebut.

Kasat Pol PP dan WH melalui Kabid Penegakan Syariat Islam Syahrir Pua Lapu , Rabu (24/6/2020) mengatakan, pihaknya terpaksa melakukan tindakan tegas kepada pengelola tempat karaoke itu karena sudah meresahkan masyarakat setempat.

Selain itu, pihak pengelola caffe juga dianggap telah mengabaikan surat edaran yang dikeluarkan pihak pemerintah daerah tentang pelaksanaan syariat Islam.

Dalam surat edaran nomor: 180/5320 yang dikeluarkan pada 10 November 2019 lalu pada poin C menerangkan bahwa untuk melaksanakan qanun Aceh Tahun 2002 tentang aqidah, ibadah, dan siar islam maka bagi masyarakat umum pemilik cafe/restoran, rumah makan, hotel dilarang mengadakan keyboard atau organ tunggal, band, karaoke, dan sejenisnya tanpa ada izin dari yang berwenang.

"Dalam hal ini, kedua pengelola hiburan tersebut tidak memiliki izin dari pihak berwenang," kata Syahrir.

Penertiban caffe itu, kata Syahrir, berdasarkan laporan dari masyarakat setempat, bahwa tempat hiburan tersebut kerap beroperasi tanpa menghiraukan lingkungan sekitar.

"Benar saja, ketika kami tiba di lokasi menjelang magrib, petugas mendapati para pengunjung caffe sedang asyik karaoke dengan suara musik yang sangat keras pada dua caffe yang berdampingan itu," katanya.

Kemudian petugas pun langsung mengamankan pemilik caffe beserta peralatan di lokasi tersebut ke kantor satpol PP dan WH Aceh Tamiang.

"Terhadap pengunjung, petugas tidak menahannya, dikarenakan mereka belum mengetahui aturan yang sudah diterbitkan pemerintah Daerah," katanya

Ketika dilakukan penyidikan terhadap kedua pengelola Cafe, sambungnya, mereka mengaku sudah lama menjalankan usahanya tersebut.

Untuk selanjutnya, terhadap kedua pengelo Cafe tersebut akan dilakukan pembinaan oleh pihak polisi syariat islam (WH) selama lima hari kedepan.

"Tidak hanya pembinaan, mereka juga akan mengikuti pendidikan atau pembekalan keagamaan di dayah selama sepekan, dan juga diberikan pemahaman tentang qanun," katanya.

Setelah itu, mereka akan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatan mereka, dan segera membuat izin pengelolaan usaha mereka untuk dapat beroperasi kembali.

Komentar

Loading...