Dua Pengedar Sabu Ditangkap di Abdya, Satu Warga Aceh Utara   

Dua Pengedar Sabu Ditangkap di Abdya, Satu Warga Aceh Utara   

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com - Satresnarkoba Polres Aceh Barat Daya (Abdya) menangkap dua orang pengedar narkoba jenis sabu, Selasa (9/3/2021).

Dua tersangka yang berhasil diamankan yakni RF (43), warga Gampong Guhang, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Abdya dan ML (41) warga Rayeuk Glang-Glong, Kecamatan Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara.

Kapolres Abdya, AKBP Muhammad Nasution SIK, melalui Kabag Ops Polres Abdya, AKP Haryono dalam konferensi pers, Rabu (10/3/2021) di Mapolres Abdya, mengatakan, kedua tersangka ditangkap di rumah pelaku RF di Gampong Guhang dimana saat itu kedua pelaku baru saja selesai mengisap sabu.

"Sebenarnya sabu ini seberat 1 ons yang dibawa oleh pelaku ML dari Aceh Utara, sebanyak 24 gram lebih sudah berhasil diedarkan oleh keduanya, sehingga tersisa 76,11 gram yang berhasil diamankan oleh anggota kita. Dan jumlah itu termasuk penangkapan narkoba jenis sabu-sabu terbesar di Abdya," ungkap Haryono yang didampingi Kasat Narkoba Iptu Mahdian Siregar.

Haryono menjelaskan, pada hari pada Selasa, 4 Maret 2021, ML yang berada di Aceh Utara menghubungi rekannya RF di Abdya guna mengabari bahwa ia memilki sabu.

Mendapatkan kabar itu, RF langsung meminta ML membawa barang haram tersebut ke Abdya. ML kemudian tiba di Abdya pada Jumat, 5 Maret 2021 sekira pukul 10.00 WIB.

"Kemudian, ML ini menyerahkan sabu-sabu yang ia bawa dari Aceh Utara kepada RF sebanyak satu ons dengan harga Rp 40 juta. Berhubung RF tidak memiliki uang, akhirnya ML menginap di rumah RF selama empat hari,” ujarnya.

Dalam kurun empat hari itu, tambah Haryono, keduanya berhasil mengedarkan sebagian barang tersebut kepada pembeli.

Menurut Kabag Ops, ML sudah dua kali memasok barang haram tersebut ke Abdya. Namun, pada pemasokan pertama yang bersangkutan berhasil lolos.

“Dari hasil pengembangan kita, kemungkinan besar akan ada penambahan tersangka,” tegasnya.

Penangkapan kedua tersangka lanjut Haryono, berdasarkan laporan masyarakat yang menyebutkan bahwa di Gampong Guhang adanya pelaku penyalahgunaan narkoba.

Kemudian, tambahnya, tim Satresnarkoba langsung mencari keberadaan pelaku dan akhirnya ditemukan di rumah RF. Saat itu, keduanya langsung ditangkap dan dilakukan penggeledahan badan hingga ditemukan barang bukti tujuh paket sabu ukuran sedang dan kecil di kantong keduanya.

“Setelah itu anggota kita juga melakukan penggeledahan rumah, sehingga ditemukan satu paket sabu-sabu ukuran besar yang disembunyikan di dalam lemari rumah RF. Kemudain keduanya langsung kita amankan ke Mapolres Abdya guna penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Haryono.

Atas perbuatannya kedua tersagka dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 114 ayat (2) Jo UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman paling pidana paling singkat 4 tahun paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800 juta paling banyak Rp8 miliar.

Komentar

Loading...