Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Dua Pemuda Asal Bener Meriah dan Aceh Besar Aniaya Personel Polresta Banda Aceh

Dua Pemuda Asal Bener Meriah dan Aceh Besar Aniaya Personel Polresta Banda Aceh

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - MMA (20) warga Bener Meriah dan MRR (23) warga Aceh Besar meringkuk dibalik jeruji besi akibat aksinya menganiaya polisi lalu lintas yang sedang bertugas di Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kapolsek Kuta Alam Iptu Miftahuda Dizha Fezuono, SIK mengatakan kedua pelaku ditangkap pada Rabu 27 Mei 2020.

Sebelum ditangkap kedua pelaku melakukan kekerasan secara Bersama-sama di muka umum dan melawan petugas. Korbannya adalah Brigadir Givo Aulia Isnan (36) personel Satuan Lalulintas Polresta Banda Aceh yang sedang bertugas.

Saat kejadian kedua pelaku mengendarai sepeda motor Honda Supra X. Bahksan saat diamankan oleh personel Polsek Kuta Alam, MMA positif menggunakan narkoba jenis sabu.

“Korban saat itu sedang bertugas mengatur arus lalulintas di kawasan pusat Kota Banda Aceh, tiba – tiba pelaku melintas menggunakan sepeda motor di jembatan Pante Perak, namun tidak menggunakan helm, dan selanjutnya korban berusaha untuk menghentikan laju kenderaan pelaku,” ucap Dizha.

Namun, pelaku bukan berhenti, akan tetapi melarikan diri atau menjauhi petugas dengan cara menambah laju kecepatan kenderaanya sehingga korban merasa curiga terhadap pelaku membawa barang terlarang.

“Korban berusaha mengejarnya, hingga korban berhasil menghentikan kenderaan yang digunakan oleh pelaku di jalan Tgk. Diblang Gampong Lamdingin, Banda Aceh. Saat dilakukan pemeriksaan surat kenderaan, tiba – tiba pelaku memukul korban dengan menggunakan helm dan selanjutnya rekan pelaku juga ikut membantu memukuli korban sehingga korban mengalami luka lebam dibagian leher,” tutur Dizha.

Saat kejadian, warga melihat kejadian korban sedang dianaiaya oleh kedua pelaku, sehingga warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kuta Alam. Piket Polsek Kuta Alam langsung menuju ke TKP dan berhasil meringkus kedua pelaku.

Saat ini kedua pelaku mendekam di sel tahanan Polsek Kuta Alam dan dijerat dengan pasal 170 jo pasal 212 KUHPidana serta diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

Komentar

Loading...