Dua Gampong di Aceh Selatan Bentrok Perkara Tapal Batas

Dua Gampong di Aceh Selatan Bentrok Perkara Tapal Batas

TAPAKTUAN, ANTEROACEH.com- Massa dua gampong (Desa) di Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan dikabarkan bentrok akibat perselisihan tapal desa yang tak kunjung usai, Senin (25/11/2019) sore. Aksi massa itu mengakibatkan 1 anggota TNI terluka dan harus dirawat medis.

Informasi yang dihimpun redaksi anteroaceh.com, Senin malam, bentrokan terjadi sekitar pukul 14.00 dipicu saat warga Gampong Teupin Gajah memasang tiang “Asmaul Husna” di wilayah perbatasan yang masih disengketakan dengan masyarakat Gampong Seuneubok.

Bentrokan itu tidak sampai parah karena tim keamanan Koramil dan Polsek setempat cepat tiba di lokasi dan melerai aksi lempar-lemparan, sampai saat ini belum ada informasi ada warga dari kedua desa tang terluka, namun dipastikan satu anggota Koramil setempat Sertu Dahlan terkena lemparan batu dibagian pipi kiri dan harus dirawat medis.

“Saat itu warga Seuneubok tidak terima dipasang plang Asmaul Husna sampai di daerah itu, karena lahan itu masih belum jelas masuk ke desa mana. Terlibat cek-cok sampai terjadi aksi lempar,” jelas salah seorang masyarakat Pasie Raja.

Hingga sore, kabar yang diterima, puluhan aparat kepolisian dibantu TNI masih berjaga-jaga di lokasi bentrokan untuk menghindari adanya aksi susulan, sembari menunggu adanya keputusan dalam rapat yang diselenggarakan di kantor camat setempat.

Sementara , Camat Pasie Raja, Hanafiah saat dihubungi menjelaskan, perkara tersebut sudah reda, usai pertemuan dua pihak difasilitasi aparat Muspika di kantor kecamatan, pada pukul 16.30 WIB. Pertemuan itu dihadiri 20 orang termasuk perwakilan dua gampong dan Dandim 0107 Letkol Inf Sulistya Herlambang.

“Untuk sementara situasi sudah reda dan terkendali.Dalam pertemuan tadi, saya sampaikan, kedua pihak untuk tidak saling memancing persoalan, karena perkara sengketa lahan sedang diselesaikan oleh Pemkab Aceh Selatan, sampai enam bulan ke depan,” kata Hanafiah.

Hanafiah juga menjelaskan keributan yang baru saja terjadi, tidak hanya dipicu persoalan ada yang pasang tiang dan pemasangan hiasan bunga untuk penilaian lomba gampong Gammawar.

“Saya sudah jelaskan ke masyarakat yang bersengketa, tiang itu maupun vas bunga tidak masuk dalam penilaian pihak PKK. Dan tapal batas sedang diselesaikan oleh Pemkab, intinya untuk sementara sudah aman,” pungkasnya.

Komentar

Loading...