Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Drainase Tak Berfungsi, Kota Lhokseumawe Terendam Banjir

Drainase Tak Berfungsi, Kota Lhokseumawe Terendam Banjir

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Sejumlah kawasan rendah dan padat penduduk  di Kota Lhokseumawe kembali tergenang banjir, Jum’at (7/12/2020) akibat terus diguyur  semalam suntuk.

Selain merendam pemukiman warga, sejumlah ruas jalan utama kota juga terpaksa ditutup  warga dengan bentangan kayu agar tidak dilintasi kendaraan bermotor roda dua dan empat.

Berdasarkan amatan anteroaceh.com, genangan tinggi terjadi di ruas jalan perniagaan menuju ke bekas terminal Labi-labi Pusong. Akibatnya polisi dan warga terpaksa mengubah jalur lalu-lintas ke arah jalan pasar Pusong.

Ruas jalan pintas menuju ke jalan perdagangan juga ditutup sejumlah pemilik toko, karena gengangan terlalu tinggi, dikhawatirkan banyak kendaraan mogok, terutama sepeda motor.

“Kawasan pertokoan pusat kota seperti di sepanjang ruas jalan Perniagaan, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Pada pukul 10.00 WIB tadi, kami  terpaksa menutup jalan dengan bentangan kayu, karena tadi banyak sepeda motor dan mobil sedan mogok,” jelas M. Ali salah seorang pemilik toko.

Katanya  genangan mulai terjadi terjadi sejak subuh. Menurutnya hal itu terjadi akibat saluran drainase di kawasan tersebut sudah tersumbat.

Banjir juga terjadi di sepanjang jalan Samudera. dari depan Mesjid Jami’k hingga simpang Rumah Kapolres. Sebagian Kampung Jawa Lama, dan Kampung Keramat, Tumpok Teungoh di Kecamatan Banda Sakti.

Ketinggian air rata-rata di area pemukiman rendah mencapai 30 hingga 50 cm. Penyebabnya adalah badan jalan sudah terlalu tinggi, drainase tersumbat dan beberapa hal lainnya.

 “Saluran besar tidak berfungsi, jalan sudah pada tinggi semua, akibatnya pemukiman kami terendam.  Sampai saat ini curah  hujan juga masih tinggi, bisa saja genangan akan terus bertambah tinggi ,” ungkap Safwannur (54) warga Tumpok Teungoh.

Genangan tinggi juga terjadi di kawasan Simpang Kuta Blang, tepatnya arah jalan masuk Kota disamping Rumah Sakit Kasih Ibu. Jalur masuk itu memang terlihat lebih rendah dibanding dengan jalan lain di kawasan kota.

Sedangkan di ruas jalan luar kota, seperti di Simpang Selat Malaka juga langganan genangan hujan. Terutama di depan bekas Rumah Sakit Islam Lhokseumawe. Genangan tinggi juga terjadi di simpang jalan Elak, kawasan Kandang.

“Di simpang jalan elak, airnya sudah setinggi pinggang orang dewasa, hanya kendaraan besar yang bisa lewat,” sebut seorang warga.

Hingga saat ini curah hujan di kawasan Kota Lhokseumawe dan sekitarnya masih sangat tinggi. Warga berharap  pemerintah serius menangani genangan air dengan cara revitalisasi saluran kecil dan besar menuju ke waduk penampung banjir di Pusong.

Komentar

Loading...