DPRA Tuntaskan Delapan Rancangan Qanun Prioritas tahun 2020

DPRA Tuntaskan Delapan Rancangan Qanun Prioritas tahun 2020

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Hingga penghujung tahun 2020, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) telah menyelesaikan delapan dari sepuluh rancangan qanun Aceh prioritas tahun 2020 dan satu rancangan qanun non prolega prioritas atau kumulatif terbuka.

Dalam Sidang Paripurna yang diadakan di gedung utama DPRA, Senin (28/12/2020), Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin menyebut sebanyak delapan dari sepuluh rancangan qanun prioritas selesai dibahas.

Adapun yang telah diselesaikan yaitu; rancangan qanun tentang perlindungan dan pemberdayaan petani, rancangan qanun tentang pencabutan qanun Aceh nomor 4 tahun 2015 tentang penyelesaian kerugian Pemerintah Aceh.

Kemudian sebutnya lagi, rancangan qanun tentang sistem informasi terpadu, rancangan qanun tentang pendidikan kebencanaan Aceh, rancangan qanun tentang kawasan tanpa rokok, rancangan qanun tentang penyelenggaraan dan pengelolaan ibadah haji dan umrah.

Kemudian rancangan qanun atas Qanun Aceh Nomor 2 Tahun 2019 tentang retribusi Aceh dan terakhir rancangan qanun tentang rencana pembangunan industri Aceh juga telah diselesaikan dan tinggal menunggu hasil evaluasi dari Kementrian Dalam Negeri.

Dahlan mengatakan dua rancangan qanun prioritas yang belum dapat diselesaikan adalah rancangan qanun tentang pertanahan dan tentang perubahan qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2018 tentang Baitul Mal.

"Kedua qanun tersebut, belum dapat diparipurnakan pada kesempatan ini dikarenakan belum dapat dilakukan fasilitasi dan masih dalam tahap konsultasi secara konprehensif dengan kementerian terkait," terang Dahlan.

Sementara satu judul lain rancangan qanun non prioritas yang dikirim oleh Pemerintah Aceh yaitu rancangan qanun tentang perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, disebutkan Dahlan juga masih belum dapat diselesaikan pembahasannya.

Komentar

Loading...