Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

DPRA Sepakat Gunakan Hak Interpelasi Terhadap Plt Gubernur Aceh

DPRA Sepakat Gunakan Hak Interpelasi Terhadap Plt Gubernur Aceh

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sepakat menggunkan hak interpelasi terhadap Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Kesepakatan itu diambil melalui rapat paripurna yang berlangsung Kamis malam (10/9/2020), di gedung DPRA, Banda Aceh.

Di awal persidangan, juru bicara inisiator Irpannusir menyampaikan dasar pemikiran pengajuan hak interpelasi. Menurutnya hak interpelasi diajukan oleh 15 anggota dewan dan lebih dari satu fraksi. Usulan itu kemudian harus disetujui oleh setengah dari jumlah anggota DPRA yang hadir.

"Dalam rangka meminta keterangan terhadap beberapa kebijakan Pemerintah Aceh yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat. Maka DPR Aceh memandang perlu untuk menggunakan hak interpelasi," ujar Irpannusir .

Irpannusir menjelaskan sedikitnya sembilan alasan munculnya hak interpelasi.

Salah satunya terkait dana refocusing Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA)Tahun 2020 diperkirakan sebesar Rp 1,7 triliun sampai Rp 2,3 triliun terkait penanganan pandemi COVID-19 tidak disampaikan rincian kegiatan dan besaran anggaran kepada DPR Aceh.

"Pergeseran anggaran yang begitu besar tersebut tidak diikuti dengan Qanun Aceh tentang Perubahan APBA tahun Anggaran 2020" jelas Irpannusir.

Setelah Irpan selesai membaca laporan, Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin lalu memberikan perwakilan fraksi untuk menyampaikan pendapat mereka. Setelah semua selesai, Dahlan menanyakan ke anggota dewan yang hadir apakah menyetujui atau tidak pengusulan interpelasi tersebut.

"Setuju," jawab anggota DPRA.

Untuk diketahui, usulan hak interpelasi ini diteken oleh enam dari sembilan fraksi di DPRA. Keenam fraksi tersebut yaitu fraksi Partai Aceh, Gerindra, PNA, PAN, PKS dan fraksi partai Golkar.

Sementara tiga fraksi yang tidak meneken yakni Fraksi Demokrat, PPP dan PKB-Partai Daerah Aceh (PDA). Meski demikian, seorang anggota DPRA dari fraksi PDA Wahyu Wahab Usman ikut meneken.

Komentar

Loading...