DPRA Minta Kapolda Aceh Ikut Awasi Penggunaan APBA 2021

DPRA Minta Kapolda Aceh Ikut Awasi Penggunaan APBA 2021
Wakil Ketua DPRA, Safaruddin (Foto: ist)

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) meminta Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada untuk ikut mengawal penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2021.

"Karena APBA 2021 sudah jalan, kami atas nama pemerintahan Aceh meminta Kapolda Aceh untuk bersinergi memberikan pengawasan terhadap penggunaan anggaran," ucap Wakil Ketua DPRA, Safaruddin saat melakukan audiensi bersama ketua dan anggota Fraksi Partai Gerindra dengan Kapolda Aceh di Mapolda setempat, Rabu (31/3/2021).

Sebelumnya, DPRA sudah menyetujui APBA tahun 2021 yang diusulkan pemerintah Aceh sebesar Rp 16,9 triliun dalam rapat paripurna di DPRA pada akhir November 2020 lalu.

Dikatakan Safaruddin, proses penganggaran tersebut saat ini sedang berjalan. Selain  pihaknya, ia juga meminta pihak Polda Aceh untuk ikut bersama mengawasi penggunaan anggaran tersebut agar tidak melawan hukum dan bisa sampai ke masyarakat.

Kemudian dalam kesemptan yang sama, politikus asal Abdya tersebut juga memberikan apresiasinya kepada Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada atas kinerjanya dalam pemberantasan narkoba di Aceh. Hampir satu tahun menjabat, kurang lebih satu ton sabu-sabu berhasil diungkapkan.

Bahkan sepanjang tahun 2021, Polda Aceh berhasil mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 404 kilogram (kg) dan sekarang sudah dimusnahkan pada Rabu 10 Maret lalu

"Tentunya prestasi ini harus terus dilanjutkan dan dipertahankan. Karena kita anggap narkoba bagian dari musuh kita bersama untuk penyelamatan generasi Aceh ke depan," ucap Safaruddin.

Bahkan, wakil DPRA tersebut juga meminta agar Kapolda Aceh membuka seterang-terangnya kasus dugaan investasi bodong Yalsa Boutique yang sudah meresahkan masyarakat.

"Kami minta kepada pihak Polda Aceh untuk menuntaskan seterang-terangnya kasus ini dan memastikan apakah masih ada harapan para nasabah mendapatkan kembali uang mereka atau tidak," katanya.

Sementara itu, Kapolda Aceh mengatakan bahwa kasus tersebut masih dalam proses.

"Kapolda juga mengingatkan masyarakat agar jangan mudah terpengaruh dengan investasi dan masyarakat harus lebih selektif ke depannya," ujar Safaruddin mengulang ucapan Kapolda.

Dalam audiensi tersebut, Safaruddin turut didampingi oleh Ketua Fraksi Gerindra, Abdurahman Ahmad dan anggota Fraksi, Khairil Syahrial, Kartini Ibrahim, Ridwan Yunus, dan Taufik.

Komentar

Loading...