Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

DLHK  Ambil Sampel Air Laut di Pelabuhan dan Saluran Limbah PIM, Wartawan Dilarang Masuk 

DLHK  Ambil Sampel Air Laut di Pelabuhan dan Saluran Limbah PIM, Wartawan Dilarang Masuk 

LHOKSEUMAWE,ANTEROACEH.com - Tim Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Utara mengambil sampel air laut yang di kawasan Pelabuhan Krueng Geukuh, Dewantara, Aceh Utara, Rabu (2/12/2020) siang.

Pengambilan sampel air ikut dibantu oleh nelayan,kemudian  disaksikan  sejumlah petugas Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lhokseumawe. Hadir juga petugas lingkungan hidup PIM dan staf Humas.
 
Taufik  dari DLHK Aceh Utara kepada anteroaceh.com, menjelaskan pengambilan sampel dilakukan di dua titik ,pertama di titik lokasi yang dikeluhkan warga, yaitu di titik paling ujung bagian timur pelabuhan. Kemudian dititik tempat saluran IPAL di PT PIM.

“Kami bersama tim dari Polres turun untuk mengusut dugaan pencemaran ini, apakah ikan-ikan ini mati akibat tercemar atau sisa-sisa  dari jaring nelayan. Sampel ini akan kita uji laboratorium untuk memastikan tercemar atau tridak,” jelasnya.

Saat ditanya soal ikan mati, pihaknya sudah sepakat dengan kepolisian hanya menguji sampel air saja, karena untuk mengetahui ada atau tidak kandungan amoniak di dalamnya.

Menurutnya hasil lab bisa diketahui dalam waktu dua atau tiga hari kedepan, namun karena saat ini akhir tahun, banyak sampel yang sudah antri untuk diuji, pihaknya belum bisa memastikan kapan hasil turun dari lab.
Wartawan Dilarang Masuk.

Selain uji ambil sampel air, petugas DLHK juga melakukan uji derajat keasaman pada air laut disekitar lokasi ikan mati tersebut. Setelah itu sekitar pukul 13.00 WIB, tim tersebut masuk ke lokasi Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) di dalam kawasan pabrik PIM.

Namun sayangnya, sejumlah pewarta, termasuk anteroaceh.com yang  ikut dalam rombongan akhirnya dilarang masuk oleh petugas lingkungan hidup PT PIM, dalihnya , di lokasi IPAL tidak boleh diliput. Kalaupun bisa, kamera, Hp dan peralatan lain harus ditinggalkan di pos.

“Tidak boleh diliput disana , kalau boleh, jangan  bawa kamera, Handphone. Itu sudah  SOP nya,” kata petugas yang memakai peci putih dengan nada tinggi, sambil masuk ke dalam mobil dan berangkat bersama rombongan lain.

Kemudian seorang  petugas sekuriti penjaga pintu masuk pabrik itu juga mengaku sudah melapor ke pimpinan keamanan soal bisa tidaknya wartawan masuk ke lokasi IPAL bersama rombongan. 

“Saya harus  minta izin ke Pak Didit dulu pak,” ujar sekuriti.

Pewarta Puja TV, Fajar mengaku kecewa. Soalnya diawal  staf Humas PIM  Nikman mengatakan bisa masuk ke lokasi. Namun akhirnya dibatalkan, alias tidak dibolehkan. 

“Awalnya diperbolehkan, tapi ketika masuk ditahan petugas lingkungan hidup, kemudian harus mendapat izin dari Pak Didit, ada apa ini, tadi kami sama-sama di pelabuhan,” ungkap Fajar.

Komentar

Loading...