DLH Pastikan Pembersihan Sampah Tetap Dilakukan Saat Hari Raya, Ini Titik Bak Sampah di Kota Lhokseumawe 

DLH Pastikan Pembersihan Sampah Tetap Dilakukan Saat Hari Raya, Ini Titik Bak Sampah di Kota Lhokseumawe 
Kepala DLH Kota Lhokseumawe, Dedi Irfansyah

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lhokseumawe membantah tidak melakukan pembersihan sampah selama Hari Raya Idul Fitri kemarin. Penumpukan sampah di beberapa titik terjadi akibat minim  bin kontainer  (bak sampah) dan sejumlah kendala lainnya. 

Kepala DLH Kota Lhokseumawe Dedi Irfansyah menegaskan, pengerahan petugas selama hari raya dilakukan di titik penumpukan sampah seperti diarea publik ramai warga dan pedagang kaki lima , termasuk di pasar-pasar pusat kota. 

“Jadi tidak benar tidak kalau ada asumsi masyarakat bahwa hari raya kami tidak bekerja. Hanya saja petugas yang kita kerahkan terbatas, maklum mereka juga harus berhari raya. Sehingga dengan petugas yang tidak banyak harus kita atur sip, agar persoalan sampah masyarakat tetap tertangani,” sebut Dedi,  Senin (17/5/2021).

Ia memastikan saat ini tidak terjadi lagi penumpukan, karena  seluruh petugas sudah masuk dan bekerja seperti biasa.  Bahkan sampah di sepanjang jalan waduk sudah diangkut. 

Namun dia mengakui ada kendala lain dalam proses angkut sampah dalam kuota besar, karena alat berat yang dimiliki dinas dalam kondisi rusak. Tidak tersedianya bin kontainer di sejumlah titik sehingga warga harus membuang sampah di sembarang tempat.

Menurutnya saat ini ada 11 bin kontainer yang ditempatkan di lingkungan masyarakat dan pasar. Sedangkan kebutuhan jauh lebih besar dari yang tersedia saat ini. Ditambah lagi banyak lokasi bin ditolak warga sehingga terpaksa diambil petugas dan dialihkan  ke tempat lain.

Ia juga menambahkan salah satu contoh penolakan penempatan bin kontainer pernah terjadi di kawasan Ulee Jalan, Banda Sakti, sampai-sampai bak sampah itu dibakar warga.  Saat ini ada tiga bin yang tidak layak pakai. 

Persoalan lain yang dihadapi adalah tingkat kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan masih minim. “Seperti di Jembatan Cunda, pagi sudah dibersihkan, siang sudah ada lagi sampah baru dan jumlahnya banyak, kesannya kita petugas kita tidak bekerja, ini yang terjadi,” katanya lagi.

Titik Bak Sampah 
Dedi menjelaskan titik 11  bak sampah yang bisa dijadikan warga untuk membuang sampah, yaitu  di TPA Blang Rayeuk, disamping Suzuya lama Cunda, Pesantren Lhok Mon Puteh, Kompi Brimob jalan Elak, Pasar Ikan Lhokseumawe, di samping Politeknik Buket Rata.

Kemudian di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia Bukat Rata, di Belakang RS Kesrem dekat TK Srikandi, Dayah Misbahul Ulum Paloh  Muara Satu, di Dayah Cot Trueng dan Pasal Inpres Lhokseumawe tepatnya di jalan sampaing BNI.

Ia juga menambahkan salah satu contoh penolakan penempatan bin kontainer pernah terjadi di kawasan Ulee Jalan, Banda Sakti, sampai-sampai bak sampah itu dibakar warga.  Saat ini ada tiga bin yang tidak layak pakai. 

“Untuk penempatan di bin di lokasi Tumpok Teungoh kita sedang berkoordinasi dengan kepala desa setempat agar tidak terjadi penolakan. Ini kita lakukan agar tidak terjadi lagi buang sampah di badan jalan,” pungkasnya.

Komentar

Loading...