Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Direksi BPJS Kesehatan Periode 2016-2021 Tutup Masa Tugas Dengan Surplus 18,74 triliun

Direksi BPJS Kesehatan Periode 2016-2021 Tutup Masa Tugas Dengan Surplus 18,74 triliun

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com – Direksi BPJS Kesehatan periode 2016-2021 menutup masa bakti dengan surplus Rp.18,74 triliun.

Hal itu disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris dalam Konfrensi Pers Capaian Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan Program JKN-KIS Tahun 2020 secara daring, Senin (8/2/2021).

“Data unaudited mencatat, setelah dilakukan pembayaran kepada seluruh fasilitas kesehatan, posisi per 31 Desember 2020, DJS Kesehatan memiliki saldo kas dan setara kas sebesar Rp18,7 Triliun. Selain itu dengan tata kelola yang andal, Program JKN-KIS diharapkan pada tahun 2021 mulai dapat membentuk dana cadangan teknis untuk memenuhi persyaratan tingkat kesehatan keuangan DJS Kesehatan sesuai regulasi,” kata Fachmi Idris. 

Fachmi Idris mengatakan direksi BPJS Kesehatan saat ini dilantik 23 Februari 2016 lalu dengan SK pengangkatan 19 Februari 2016. 

“Jika mengacu pada SK itu maka masa tugas kami akan segara berakhir,” katanya.

“Kita berharap program ini terus berlangsung dengan direksi yang baru nantinya.”

Ia menegaskan sepanjang tahun 2020 BPJS Kesehatan tidak terdapat gagal bayar rumah sakit, artinya semua yang sesuai aturan semua terbayar. 

“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada bapak Presiden yang telah memberikan kepercayaan ini dan memberi dukungan dalam berjalannya program BPJS Kesehatan,” ucap Fachmi Idris. 

Ia juga berharap kepada direksi baru yang ditunjuk Presiden Jokowi nanti bisa terus melanjutkan arus kas yang mulai sehat.

“Kami berharap dengan surplus saat ini menjadi hal yang positif dan kami berharap ini bisa dipertahan oleh direksi yang baru nantinya dan ditingkatkan,” harapnya. 

Fachmi juga memaparkan terdapatnya peningkatan jumlah peserta yakni pada tahun 2016 sebanyak 171.939.254 meningkat menjadi 222.461.906 pada tahun 2020. 

“Dari sisi penerimaan kita juga mengalami peningkatan dari Rp.67,26 triliun pada tahun 2016 menjadi Rp.133,94 triliun pada tahun 2020, Peningkatan ini terjadi dengan diperbanyaknya kanal pembayaran sehingga memudahkan peserta dalam melakukan pembayaran.”

Selain surplus, selama 6 tahun berturut-turut BPJS Kesehatan juga selalu mendapat opini wajar tanpa pengucualian dari akuntan publik. 

“Dengan segala kekurangan kami direksi 2016-2020 telah berupaya dengan bersungguh-sungguh dalam program BPJS Kesehatan, Kami mohon diri karena masa tugas kami direksi akan berakhir,” kata Fachmi Idris.

Diapresiasi
Capaian BPJS Kesehatan pada tahun 2020 mendapat apresiati dari BPJS BPJS Watch.

“Saya apresiasi direksi saat ini karena menutup masa bakti dengan surplus 18,76 T, ini merupakan warisan yang baik untuk direksi yang baru nanti,” kata Koordinator BPJS Watch, Timbul Siregar. 

Ia mengatakan apa yang ditinggalkan direksi saat ini menjadi awal yang baik bagi direksi baru nanti untuk terus meningkatkan capaian pelayanan kesehatan dan arus keuangan BPJS Kesehatan.

“Ini awal yang baik bagi direksi yang baru nanti untuk meningkat kinerjanya,” papar Timbul Siregar.

Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi.

Namun menurut BPJS Kesehatan kedepan harus membuka lebih banyak kanal pengaduan masyarakat agar peserta yang mengalami kendala dapat dengan mudah mengakses layanan dari BPJS Kesehatan.

Komentar

Loading...