Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Dinilai Lamban, YARA Minta Kejati Aceh Ambil Alih Kasus SPPD Fiktif DRPK Abdya

Dinilai Lamban, YARA Minta Kejati Aceh Ambil Alih Kasus SPPD Fiktif DRPK Abdya
Foto : Ketua YARA Abdya, Miswar SH/ ILYAS

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com - Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Barat Daya (Abdya) Miswar SH mendesak Kejaksaan Tinggi Aceh (Kejati) untuk mengambil alih kasus Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Abdya.

Pasalnya, YARA menilai kasus yang merugikan Negara mencapai Rp 1 Milyar lebih itu terkesan lamban ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Abdya.

"Kami menilai kasus tersebut sangat lamban ditangani oleh Kejari Abdya, karena sampai saat ini kasus yang melibatkan 24 anggota DPRK Abdya masih dalam tahap penyelidikan," kata Miswar melalui rilis yang diterima ANTEROACEH.com, Sabtu (6/7/2019).

Miswar menambahkan, anggota DPRK Abdya yang terlibat dalam kasus SPPD fiktif wajib diproses secara hukum, dan Kejaksaan harus memberikan kepastian hukum serta transparan dalam menangani perkara tersebut.

Karena, lanjur Miswar, berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) perwakilan Aceh dalam kasus itu sudah terbukti ada yang melakukan tindak pidana korupsi.

"Kita meminta anggota DPRK yang terlibat dalam kasus SPPD yang diduga fiktif segera ditetapkan sebagai tersangka, jangan sampai nanti masyarakat berpandangan miring terhadap Kajari Blangpidie," tegasnya.

Miswar juga meminta semua elemen masyarakat untuk tetap mengawasi kasus SPPD fiktif DPRK Abdya.

"Kita berharap masyarakat ikut andil dalam mengawal kasus ini, supaya tidak ada ruang atau kompromi bagi pelaku yang terlibat kasus Korupsi," pungkasnya.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...