Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Digitalisasi Produk UMKM, Ampuhkah?  

Digitalisasi Produk UMKM, Ampuhkah?  
(Foto: Ilustrasi)

Satu persatu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mulai ambruk di tengah tekanan wabah virus Corona atau Covid 19.

Sektor jasa, kerajinan tangan, kuliner, pariwisata, digital printing, dan bisa dikatakan semuanya mengalami penurunan omset bahkan ada yang terancam tutup.

Salah satu pelaku UMKM di Kota Lhokseumawe mengungkapkan, sejak wabah Corona menerpa, usaha kerajin rotan miliknya sepi peminat, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, bahkan terancam tidak bisa memenuhi gaji karyawan.

Demikian juga di Kota Banda Aceh, banyak pelaku UMKM yang sudah menutup sementara usahanya dan merumahkan karyawan. Sebagian tetap berjalan walau terseok-seok

Bukan hanya di Lhokseumawe dan Banda Aceh, situasi semacam itu juga dirasakan oleh pelaku usaha UMKM diseluruh Aceh, karena ini sebagai akibat dari pandemi global.

Dalam situasi seperti sekarang, harusnya pemerintah mampu menyikapi dengan bijak, agar penopang ekonomi negara ini tetap bisa bertahan di tengah hantaman ekonomi.

Pemerintah, baik di tingkat pusat, Provinsi maupun Kabupaten berkewajiban menjaga stabilitas tersebut. Karena, kehadiran pelaku usaha UMKM dan sektor informal sangat mempengaruhi perekonomian lokal dan juga ikut membantu pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan.

Kota Banda Aceh misalnya, untuk meredam gejolak ekonomi saat ini, pemerintah mengajak pelaku usaha di daerahnya memanfaatkan fasilitas internet dalam memasarkan produk. Ini terobosan bagus, dan bisa saja menjadi angin segar bagi pelaku usaha UMKM dan sekotor informal.

Terkait digitalisasi ini, Pemerintah Aceh sebenarnya juga telah membuat marketplace di acehsale.co.id. Melalui situs ini, para pelaku UMKM dapat menjual produknya.

Dalam situs itu, semua Kabupaten/Kota memiliki menu tersendiri. Sayangnya, hampir Kabupaten/kota hanya menampilkan 5-10 hasil UMKM, bahkan ada Kabupaten baru menampilkan satu produk, kecuali Banda Aceh yang sudah menampilkan produk lebih banyak.

Untuk keperluan digitalisasi, sosialisasi adalah paling penting. Untuk pelaku UMKM agak sedikit lebih mudah, karena kontak person ada di Dinas Perizinan atau seperti di Kota Banda Aceh sudah tersedia Mall Pelayanan Publik.

Pemerintah harus menghubungi semua pelaku usaha melalui nomor kontak yang tersedia, tidak hanya cukup menyediakan marketplace, pemerintah juga harus memberikan edukasi kepada pelaku usaha.

Kita harus apresiasi apapun kebijakan pemerintah yang terus berupaya memberikan pelayan terbaik kepada masyarakat, termasuk digitalisasi UMKM ini. Namun upaya tidak cukup sampai disitu. Secara offline pemerintah juga harus memikirkan bagaimana pelaku UMKM dan sektor informal tetap bisa bertahan di tengah krisis ini.

Komentar

Loading...