Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Diduga Dilecehkan, Pasien RSUD SAAS Polisikan Oknum Dokter

Diduga Dilecehkan, Pasien RSUD SAAS Polisikan Oknum Dokter
Ilustrasi pelecehan seksual. (Shutterstock)

IDI, ANTEROACEH.com – Seorang pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Abdul Azis Syah (SAAS) Aceh Timur melaporkan oknum dokter yang bertugas di rumah sakit tersebut karena diduga melakukan pelecehan.

Korbannya adalah HM (20) warga Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur dan oknum dokter yang dilaporkan berinisial HE.

Saat ini kasus itu didampingi oleh Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) sebagai kuasa hukum pelapor.

"Iya, saat ini YARA juga terlibat mendampingi kasus ini atas dugaan pelecehan dan kasus ini sudah kita laporkan ke polisi,” terang Ketua YARA Aceh Timur, Inda Kusman kepada anteroaceh.com, Minggu (14/6/2020). 

Dari keterangan yang dihimpun oleh YARA dari korban, pelecehan itu terjadi pada 2 Juni 2020 di rumah sakit tersebut.

“Pengakuan kakak kandung korban dan diakui oleh korban bahwa dirinya menerima perlakuan pelecehan seksual pada saat memeriksa penyakit yang dialaminya," ujar Indra

Saat kejadian korban sedang melakukan pemeriksaan lanjutan paska menjalani operasi kangker payudara yang dijalaninya. Korban melakukan pemeriksaan kepada oknum dokter tersebut namun oknum dokter tersebut malah menyentuh bagian kemaluan kemaluan korban.

Padahal saat pemeriksaan korban didampingi orangtuanya namun saat pemeriksaan pendamping pasien diminta keluar. Setelah mendapat perlakuan tak elok itu korban tak berani memberitahukan hal itu kepada orang tuanya.

Secara kebetulan kakak kandung korban melakukan pemeriksaan kepada dokter yang sama dengan keluhan belum mendapat momongan setelah lama menikah.

“Kakak korban ini juga mendapat perlakuan kurang baik dari dokter tersebut dan memberitahukan kepada orangtuanya saat mendengar cerita itu adiknya yang juga korban akhirnya mengaku jika dirinya juga menerima perlakukan yang sama,” terang Indra.

Lalu keluarga korban melaporkan kasus asusila itu kepada polisi.

“Awalnya laporan diajukan kakak beradik namun karena alasannya kakak kandung korban telah menikah laporan yang diterima polisi hanya satu saja,” pungkas Ketua YARA Aceh Timur.

Komentar

Loading...