Dewan Pers Verifikasi Faktual JMSI Aceh

Dewan Pers Verifikasi Faktual JMSI Aceh

BANDA ACEH - Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Dewan Pers, Ahmad Djauhar bersama Hassanein Rais anggota Dewan Pers didampingi staf Dewan Pers Deritawati dan Wisnu melakukan verifikasi faktual (verfak) terhadap organsiasi perusahan pers Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pengurus Daerah provinsi Aceh, Senin (27/09/2021) sore di kantor JMSI Aceh, di Banda Aceh.  

Tim Dewan Pers melakukan verifikasi terhadap kantor, keberadaan pengurus dan adminstrasi Pengurus Daerah JMSI Aceh. Kedatangan tim verifikasi disambut Pengurus Daerah JMSI Aceh dibawah kepemimpinan Hendro Saky selaku Ketua JMSI Aceh dan Akhirudin sebagai Sekretaris serta sejumlah pengurus. 

Selain itu turut hadir Sekretaris Jenderal JMSI Pusat, Mahmud Marhaba. 

Mahmud Marhaba kepada awak media mengatakan jika verfak JMSI Aceh merupakan yang ke 10 daerah yang dilakukan verifikasi oleh Dewan Pers. 

Ke 10 Pengda JMSI yang telah dilakukan verfak diantaranya, Pengda Kepulauan Riau, NTB, Sumut, Sumbar, Bangka Belitung, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur dan Aceh. 

Meski Dewan Pers hanya mensyaratkan 10 daerah sebagai keterwakilan dari 23 daerah yang lolos verfak JMSI, namun Pengurus Pusat mengikutkan 12 Pengda sebagai antisipasi jika terjadi hal yang luar biasa dalam perjalanan verfak JMSI tersebut. 

"Kita mengusulkan 12 Pengda untuk diikutkan dalam verfak JMSI dari 10 yang dipersyaratkan. Ini tidak lain untuk mengantisipasi jika terjadi sesuatu yang sifatnya darurat. Dua daerah akan dilakukan verfak lagi yakni Pengda Kalsel pada 30 September-2 Oktober dan Pengda Bengkulu, 11-13 Oktober mendatang," ungkap Mahmud usai pelaksanaan verfak oleh tim Dewan Pers. 

Untuk itu, Mahmud memberikan apresiasi, penghargaan serta hormat yang setinggi-tingginya kepada semua pengurus JMSI di semua daerah yang telah memberikan sumbangsih partisipasi serta terlibat langsung dalam menjaga proses verfak ini.

"Semua kita sedang menunggu hasil final dari verfak yang sudah berjalan selama setahun ini. Keterlambatan ini dikarenakan pelaksanaan verfak berada ditengah wabah Covid-19, sehingga prosesnya molor dan banyak berubah. Kita akan menunggu hasilnya setelah semua proses verfak oleh Dewan Pers selesai," ungkap Mahmud didampingi pengurus JMSI Aceh.

Sementara itu Ketua JMSI Aceh, Hendro Saky mengatakan dari 22 perusahaan pers yang menjadi anggota JMSI Aceh sebanyak 18 perusahaan dinyatakan lulus dan memenuhi ketentuan sedangkan empat sisa akan segera melakukan revisi beberapa kekurangan. 

"Kami berterima kasih atas kepercayaan JMSI Pusat. Semoga hasilnya bisa membawa berkah untuk kita semua," kata Hendro.

Komentar

Loading...