Dewan Lhokseumawe Minta Sekolah Diliburkan

Dewan Lhokseumawe Minta Sekolah Diliburkan

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Anggota DPRK Lhokseumawe Jailani Usman meminta Walikota Lhokseumawe meliburkan sekolah untuk seluruh jenjang  karena saat ini penderita Covid-19 dikawasan tersebut semakin banyak.

“Daerah lain seperti Aceh Tenggara sudah keluar edaran dari bupati agar sekolah diliburkan untuk sementara waktu, kemudian Bireuen juga meliburkan sekolah dan pegawai. Namun Kota Lhokseumawe belum ada informasi apapun soal itu,” ungkap Jailani Usman, Minggu (23/5/2021).

Menurutnya saat ini ruang Pinere di RSUD Cut Meutia sudah penuh , bahkan hari ini dua kasus Covid-19 telah meninggal dunia. Bahkan dalam sepekan ini sudah enam meninggal dunia dan terbanyak warga Kota Lhokseumawe.

Sedangkan yang terdata di dinas sudah mencapai puluhan orang tersebar di 26 desa di empat kecamatan. Jailani berharap untuk sementara waktu sekolah bisa menerapkan sistem belajar daring seperti yang dilakukan sebelumnya.

“Ini bukan main-main lagi, kondisi Lhokseumawe sudah mengkhawatirkan. Walikota, Sekda dan Kepala Dinas Pendidikan segera bertindak agar tidak terjadi kluster Covid-19 dari sekolah, sekolah penting, apalagi sebentarr lagi ujian, namun kesehatan anak-anak lebih penting,” tegasnya lagi.

Politisi Golkar itu juga mendesak Sekda untuk meliburkan ASN mulai dari eselon tiga kebawah, karena jumlahnya banyak dibandingkan eselon dua , atau melakukan pembatasan di ruang kantor. 

Kemudian Cafe-cafe harus ditutup untuk sementara waktu, karena menimbulkan kerumunan dan bisa menjadi tempat penyebaran Covid-19. “Saya rasa ini kebijakan yang harus segera diambil pemangku di Kota Lhokseumawe untuk memutus mata rantai penyebaran. Jangan sampai sudah parah, baru keluar edaran,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe Ibrahim menyampaikan sampai saat ini pihaknya belum mengeluarkan kebijakan libur Covid-19, karena belum ada perintah dari Satgas Covid.

“Belum ada kebijakan itu , walau di daerah lain sudah ada. Kita masih menunggu instruksi dari Satgas Covid-19. Namun dalam beberapa hari ke depan anak-anak sekolah akan diliburkan paska penerimaan murid baru,” jelasnya.

Selanjutnya sekolah tetap berlangsung normal, dengan sistem yang sudah diatur yaitu sistem ganti sif. Penerapan Prokes di luar dan di dalam ruang belajar. “Disetiap sekolah harus penerapan Prokes ketat, dan sistem ganti sif. Bila ada yang melanggar akan kita beri sanksi,” pungkasnya.

Komentar

Loading...